Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Dok/kompas.com)PRIORITAS, 9/1/26 (Jakarta): Pernyataannya bahwa batas terbesarnya dalam menggunakan kekuasaan sebagai pemimpin negara adalah “moralitas saya sendiri” dan tidak membutuhkan hukum internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengejutkan publik dan komunitas internasional.
Hal tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan The New York Times, menyoroti keyakinannya bahwa tidak ada aturan global yang bisa menghambat langkah politik atau militernya, kecuali standar pribadinya sendiri.
Sebagaimana wawancara yang dipublikasikan pada Kamis (8/1/26) waktu setempat yang dilansir dari CNBC Indonesia, Trump berkata kendati hukum internasional memiliki peran, ia sendiri akan menjadi penentu kapan aturan tersebut berlaku bagi Amerika Serikat.
“Ya, ada satu hal. Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itu satu-satunya hal yang bisa menghentikan saya,” kata Trump. “Saya tidak butuh hukum internasional. Saya tidak berniat menyakiti orang,” tambahnya.
Saat didesak apakah pemerintahannya harus menaati hukum global, Trump menjawab, “Saya melakukannya, tetapi tergantung apa definisi Anda tentang hukum internasional.”
Bahkan Trump juga menegaskan pandangannya mengenai pentingnya kepemilikan penuh atas wilayah strategis seperti Greenland dalam wawancara tersebut. Ia beralasan kepemilikan penuh lebih efektif daripada hanya perjanjian atau pakta militer.
“Kepemilikan itu sangat penting, karena itu memberikan sesuatu yang tidak bisa diperoleh hanya melalui kontrak atau traktat,” jelasnya. (P-*r/am)