
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengultimatum Iran saat bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netayahu di Mar-O-Lago, Palm Beach, Florida, AS.(iranint’l)PRIORITAS, 31/12/25 (Palm Beach): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengeluarkan ultimatum akan kembali menyerang Iran, jika negara tersebut masih mengembangkan program peluru kendali balistik dan nuklir.

“Amerika Serikat akan melakukan aksi militer, jika Teheran terus mengembangkan program rudal balistik atau program nuklirnya”, kata Donald Trump, saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Mar-O-Lago, Palm Beach, Florida.
Seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Rabu (31/12/25), Trump juga mengatakan serangan AS terhadap situs-sistus nuklir Iran dalam perang 12 hari pada Juni 2025 lalu, telah membawa perdamaian di Timur Tengah.
Trump menggambarkan kemungkinan serangan berikutnya terhadap Republik Islam Iran akan “lebih parah” daripada serangan sebelumnya.

“Saya tidak ingin mengatakan ini, tetapi ada kemungkinan Iran berperilaku buruk. Belum dikonfirmasi, tetapi jika dikonfirmasi, mereka tahu konsekuensinya. Anda tahu konsekuensinya akan sangat berat, mungkin bahkan lebih berat daripada sebelumnya,” papar Trump.
Israel telah memperingatkan tentang pembangunan kembali program rudal dan nuklir Iran, lima bulan setelah diserang AS, lapor Sky News.
Hizbullah
Presiden Trump juga mengungkapkan kemungkinan dimulainya kembali perang Israel dengan Hizbullah di Lebanon.

Tentara Hizbullah di Lebanon dengan senjata pelontar granat (RPG). (idf)
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, membuat pernyataan yang menentang perlucutan senjata, setelah ada kesepakatan gencatan senjata.
“Kita harus melihat apa yang terjadi. Pemerintah Lebanon berada dalam posisi yang kurang menguntungkan sampai batas tertentu karena Hizbullah. Tetapi Hizbullah telah berperilaku buruk, jadi kita harus melihat apa yang terjadi”, jelasnya.
Menurut perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November tahun lalu, pemerintah Lebanon seharusnya mengawasi proses pelucutan senjata Hizbullah.
Dalam beberapa bulan terakhir, Israel mempertahankan posisi militernya di dalam Lebanon dan terus melancarkan serangan terhadap posisi Hizbulah.
Israel menyebut alasan serangan ini adalah pergerakan Hizbullah dan penolakan mereka untuk melucuti senjata.(P-Jeffry W)

