Krisis air Batam mengkhawatirkan, armada distribusi ditambah jadi 34 unit

Johanes Christiaan
Rabu, 11 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/2/2026 (Batam): Menjelang momen-momen sakral dan perayaan besar —Ramadan, Idulfitri, dan Imlek 2026— Kota Batam justru dibayangi ancaman krisis yang jauh lebih mendasar, air bersih. Ketergantungan total Batam pada waduk dan daerah tangkapan air menjadikan kota industri ini sangat rapuh menghadapi perubahan iklim ekstrem. Di tengah kemarau panjang yang diprediksi BMKG berlangsung hingga Maret, bayang-bayang kekeringan kembali menguat, mengancam pasokan air bagi rumah tangga, industri, dan aktivitas sosial masyarakat.

Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan hingga 31 Januari 2026 jumlah pelanggan Air Batam Hilir (ABH) mencapai 342.253. Dari pemetaan BP Batam, terdapat 28 wilayah yang membutuhkan pasokan air melalui truk tangki dengan kebutuhan sekitar 200 trip per hari.

“Kami menambah armada untuk mengatasi kondisi ini. Saat ini tersedia 21 unit, namun yang aktif hanya 14. Pada 14 Februari total armada naik menjadi 34 unit,” ujarnya seusai rapat persiapan layanan Ramadan, Senin (9/2/2026).

Penambahan armada berasal dari ABH, BP Batam, BU SPAM, serta truk modifikasi dan dua unit impor. Upaya ini ditempuh karena penyusutan volume air waduk semakin mengkhawatirkan. Rata-rata penurunan mencapai 2–3 sentimeter per hari.

Beberapa waduk kini berada pada status darurat, masing-masing Waduk Sei Harapan: bertahan 1 bulan 8 hari, Waduk Nongsa: 2 bulan 2 hari, Waduk Sei Ladi: 4 bulan 13 hari, Waduk Muka Kuning–Duriangkang: 5 bulan 1 hari, dan Waduk Tembesi: 5 bulan 2 hari.

“Dengan angka ini, Batam sudah masuk situasi darurat,” tegas Ariastuty. Ia juga menyebut faktor eksternal seperti deforestasi dan alih fungsi lahan ikut memperparah kondisi.

BP Batam membuka opsi tambahan berupa hujan buatan, meski biayanya dinilai sangat besar dan masih menunggu rekomendasi BMKG.

Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pemerintah memastikan suplai air tetap terpenuhi selama Ramadan. Ia telah meminta ABH dan ABHU memperkuat koordinasi distribusi, dengan dukungan pengawasan dari TNI-Polri untuk mencegah gejolak di masyarakat.

Di sisi keagamaan, Ketua MUI Batam, Lukman Rifa’i, menyampaikan kemungkinan pelaksanaan salat istisqa jika cuaca tidak membaik dalam 1–2 pekan ke depan. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025