
Contoh Visa H-1B bagi orang asing untuk bekerja di AS. Kini untuk mendapatkan visa pekerja ini sangat sulit dan harus membayar sekitar Rp.1,6 miliar.(@martyupnorth)PRIORITAS, 25/12/25 (Washington): Warga asing yang ingin masuk dan bekerja di Amerika Serikat (AS) kini semakin sulit. Pemerintah AS memperketat pemberian visa H-1B, hanya khusus untuk pekerja luar dengan keterampilan sangat tinggi.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Kamis (25/12/25), pemerintah AS berencana mengubah aturan program visa kerja H-1B dengan mengganti sistem undian acak, menjadi seleksi berbobot dengan mengutamakan pekerja asing berketerampilan tinggi yang sulit didapat di AS.
Selain seleksi ketat itu, pemohon juga harus membayar biaya per Visa H-1B sebesar $100.000.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS), aturan baru tersebut akan diberlakukan pada 27 Februari dan diterapkan pada musim pendaftaran kuota visa H-1B tahun fiskal 2027.

Seorang pejabat mengatakan kebijakan itu, diambil untuk melindungi upah, kondisi kerja, dan peluang kerja warga negara AS sendiri, serta menyesuaikan pelaksanaan program H-1B dengan mandat Kongres.
Selama ini proses seleksi acak pendaftaran H-1B telah disalahgunakan, terutama para perusahaan teknologi AS yang ingin mendatangkan pekerja asing dengan upah lebih rendah.
Hal ini merugikan pekerja Amerika sendiri untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut, karena banyak lowongan sudah diberikan kepada pekerja dari luar.
“Seleksi berbobot yang baru akan lebih menjalankan mandat Kongres untuk program H-1B dan memperkuat daya saing Amerika dengan mendorong perusahaan mengajukan permohonan untuk pekerja asing, dengan keterampilan dan upah lebih tinggi,” kata juru bicara Dinas Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, Matthew Tragesser.
Biaya visa Rp.1,6 miliar
Menurut media The Independent, Presiden AS, Donald trump, sebelumnya sudah memperketat pemberian Visa H-1B dengan biaya sangat tinggi.
Pada September lalu, Trump telah menandatangani proklamasi yang memberlakukan biaya sebesar $100.000 (sekitar Rp1,67 miliar) per visa H-1B.
Trump menegaskan, Visa H-1B dirancang untuk mendatangkan pekerja asing berketerampilan tinggi ke AS, untuk pekerjaan yang dianggap sulit diisi warga setempat, khususnya di sektor teknologi.
Sejak tahun 2012, sekitar 60 persen dari semua visa H-1B telah diberikan kepada pekerja di bidang pekerjaan yang berkaitan dengan komputer.
Menteri Perdagangan Howard Lutnick juga mencatat bahwa biaya tersebut akan diwajibkan setiap tahun.
Aturan baru itu mulai berlaku dan akan tetap berlaku selama 12 bulan.
Saat ini, pemerintah AS memberikan 65.000 visa H-1B setiap tahun, dengan tambahan 20.000 visa tersedia untuk pekerja yang memiliki gelar lanjutan dari lembaga pendidikan di AS.
Para kritikus menilai, permintaan visa tersebut selalu melebihi kuota sehingga memicu pengundian acak yang memungkinkan perusahaan membanjiri sistem dengan permohonan pekerja bergaji rendah.
Trump menggambarkan biaya tinggi Visa H-1B tersebut, sebagai cara untuk memastikan hanya talenta paling luar biasa dan memenuhi syarat yang bisa bekerja di AS. “Semoga ini akan membawa beberapa orang hebat ke negara kita,” kata Trump.(P-Jeffry W)

