Ahmed nekad merampas senjata penembak warga di pantai Bondi Australia

Jeffry Wuisan
Senin, 15 Desember 2025
5 menit membaca

PRIORITAS, 15/12/25 (Sydney): Seorang warga sipil Australia, Ahmed el Ahmed (43 tahun), nekad mencekik salah satu pelaku penembakan massal dan merampas senjatanya di pantai Bondi pada hari Minggu.

Tindakan heroik Ahmed itu berhasil menyelamatkan banyak nyawa warga, meskipun dia juga akhirnya harus mengalami dua luka tembak di bagian tangan dan punggungnya.

Ahmed kini dilaporkan dalam kondisi baik dan menjalani operasi di Rumah Sakit St George di Kogarah pada hari Selasa.

“Saya bertemu dengannya tadi malam dan dia tampak ceria,” kata ayahnya. “Dia bilang dia bersyukur kepada Tuhan karena bisa melakukan ini, membantu orang-orang yang tidak bersalah dan menyelamatkan orang-orang dari monster-monster ini, para pembunuh ini”, ungkapnya.

Aksi berani Ahmed ternyata sempat direkam warga lain yang berada di lokasi kejadian di dekat tempat parkir Campbell Parade, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari 9 News, hari Senin (15/12/25).

Dalam video yang sudah beredar luas itu, Ahmed terlihat mengendap-endap di balik sebuah mobil, dan kemudian langsung melompat menyergap seorang pelaku penembakan yang belakangan diketahui sebagai Sajid Akram (50 tahun).

Ia mencekik leher pelaku dan membanting ke tanah sambil merampas senjatanya. Pelaku kemudian menghindar berjalan cepat ketakutan, karena Ahmed sudah mengarahkan senjata ke arahnya.

Ahmed menyandarkan senapan ke pohon dan mundur. Seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian terlihat mengejar pelaku penembakan, melemparkan sesuatu ke arahnya saat ia berjalan menuju jembatan.

Perampasan senjata itu menyebabkan hanya tersisa satu orang penembak yakni Naveed Akram, putra dari Najid.

Berkat perampasan itu, banyak warga sipil yang terjebak berhasil menyelamatkan diri dari lokasi.

Rekaman lain dari lokasi kejadian menunjukkan, pelaku Sajid Akram bergabung anaknya di jembatan. Ahmed kemudian ditembak dua kali.

Ibu Ahmed mengatakan dia tidak bisa berhenti menangis ketika mengetahui putranya telah menyelamatkan nyawa orang lain.

Warga sipil, Ahmed el Ahmed, bersembunyi di balik mobil (lingkaran) kemudian menyerang dan mencekik seorang penembak serta merampas senjatanya di Bondi, Sydney. (9news)

Presiden AS puji Ahmed

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga memuji keberanian Ahmed.

“Di Australia, seperti yang mungkin sudah Anda baca, ada seseorang yang sangat, sangat berani yang pergi dan menyerang langsung salah satu penembak,” kata Trump.

“[Dia] menyelamatkan banyak nyawa, orang yang sangat berani yang sekarang berada di rumah sakit, terluka cukup serius”, papar Trump. “Saya sangat menghormati pria yang melakukan itu,” tambah Trump.

Ahmed, seorang Muslim, tiba di Sydney lebih dari satu dekade lalu dari Suriah. Ia kini berusaha sebagai pemilik toko tembakau. Ia adalah ayah dari dua anak perempuan berusia lima dan enam tahun.

Mostafa, sepupu Ahmed, yang tidak menyebutkan nama belakangnya, mengatakan dia belum tidur sejak tiba di rumah sakit pada Minggu malam.

Dia mengatakan sepupunya itu tidak diragukan lagi adalah seorang pahlawan, tetapi Ahmed masih merasakan sakit.

“Tentu saja, dia adalah seorang pahlawan. Dia rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain”, kata Mostafa.

Mostafa berharap semua orang di Australia mendoakan [agar semuanya berjalan lancar untuk] Ahmed dan dia bisa kembali ke keluarganya.

Ahmed mengatakan kepada Mostafa dia tidak tahu apa yang terjadi padanya saat itu. “Tetapi Tuhan telah memberi kekuatan yang belum pernah Dia berikan kepadaku sebelumnya”, ungkap Ahmed.

Seorang warga Sydney, Laurie Antoniadis, baru menyadari pria yang menaklukkan salahsatu penembak itu adalah penjual tembakau langganannya, dia langsung menuju toko Ahmed.

“Saya pikir saya akan mampir dan mengucapkan terima kasih kepadanya,” kata Antoniadis. “Dia pria yang luar biasa.”

Tetapi toko Ahmed tutup karena dia mengalami dua luka tembak. “Saya pikir itu tindakan yang sangat berani yang dia lakukan”, ujar Antoniadis.

Hendak minum kopi

Ahmed sendiri secara kebetulan berada di sekitar pantai Bondi pada hari Minggu untuk minum kopi bersama sepupunya, Jozay Alkanj.

“Dia berkata, ‘Saya akan mati – tolong temui keluarga saya [dan beri tahu mereka] bahwa saya turun untuk menyelamatkan nyawa orang’,” ungka Alkanj menceritakan, sebelum Ahmed merampas senjata laras panjang dari penembak tersebut.

Di luar Rumah Sakit St George, Alkanj mengingat kembali insiden yang menyebabkan sepupunya mengalami dua luka tembak di bahu kiri bagian atas.

Ahmed dan Alkanj melewati acara Hanukkah dan sempat ditawari makanan. Namun mereka menolak tawaran tersebut.

“Kami butuh kopi,” kata Alkanj. “Saat itu hanya 10 menit sebelum kejadian itu. Sangat gila – kami bersembunyi di belakang mobil, kami melihat orang-orang menembak sangat dekat dengan kami.”

Dapat bantuan

Lebih dari 5700 orang telah mengumpulkan sekitar $570.000 (sekitar Rp.9,5 miliar) untuk kesembuhan Ahmed di situs penggalangan dana GoFundMe yang didirikan CarHub Australia. Di antara para donatur adalah miliarder AS Bill Ackman, yang memberikan $100.000.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese dan Perdana Menteri NSW, Chris Minns, memuji keberanian Ahmed.

“Kita telah melihat warga Australia hari ini berlari menuju bahaya untuk membantu orang lain. Warga Australia ini adalah pahlawan dan keberanian mereka telah menyelamatkan nyawa,” kata Albanese dalam konferensi pers.

Ia menilai tindakan Ahmed al Ahmed, yang merebut senjata dari pelaku dengan risiko besar bagi dirinya sendiri adalah hal yang sangat luar biasa. “Saat ini ia sedang menjalani operasi di rumah sakit. Dalam situasi terbaik sekalipun, yang kita lihat adalah warga Australia bersatu”, katanya.

Dalam konferensi pers terpisah, Minns mengomentari tindakan keberanian dan keteguhan hati yang luar biasa dari Ahmed.

“Saya pikir penting untuk diingat bahwa di tengah semua kejahatan ini, di tengah semua kesedihan ini, masih ada warga Australia yang luar biasa dan pemberani yang siap mempertaruhkan nyawa mereka untuk membantu orang lain”, katanya.

Sejumlah keluarga datang meletakkan bunga untuk Ahmed yang heroik di rumah sakit.

Setelah meletakkan bunga di Pantai Bondi, Misha Pochuev, Veronica Pochuev, dan Miroslava Pochuev, yang berusia 7 tahun, mengunjungi Rumah Sakit St. George, tempat Ahmed el Ahmed dirawat.

“Kami memutuskan untuk datang dan memberinya bunga, hanya untuk menunjukkan dukungan dan rasa terima kasih kami atas apa yang telah dia lakukan,” kata Misha.

“Suami saya orang Rusia, ayah saya Yahudi, dan kakek saya Muslim. Ini bukan hanya tentang Bondi – ini tentang semua orang,” tambah Veronica.

Putri mereka, Miroslava, mengatakan bahwa dia menganggap Ahmed luar biasa karena dia menyelamatkan banyak nyawa orang. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025