
Para petugas coba memadamkan api di sisi lain pelabuhan Hodeidah Yaman yang terbakar hebat akibat serangan Israel.(sadanews)PRIORITAS, 18/9/25 (Jerusalem): Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui melakukan 12 serangan pengeboman dan menghancurkan tiga dermaga di pelabuhan Hodeidah yang dikuasai teroris Houthi, di Yaman.

Menurut juru bicara IDF, Letnan Kolonel Avichay Adraee, serangan tersebut dilakukan Angkatan Udara Israel, untuk menghancurkan infrastruktur militer teroris Houthi yang sengaja disembunyikan di pelabuhan Hodeidah.
“Beberapa waktu lalu, IDF menyerang lokasi infrastruktur militer milik rezim teroris Houthi di Pelabuhan Hodeidah di Yaman”, katanya seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Kamis (18/9/25).
Dua jam sebelum serangan itu, militer Israel masih berbaik hati memberi peringatan dalam bahasa Arab.

“Kami mendesak semua yang berada di pelabuhan Hodeidah dan di atas kapal yang berlabuh untuk segera mengungsi. Siapa pun yang masih berada di wilayah ini membahayakan nyawa mereka”, kata Kolonel Avichay Adraee.
Militer Israel menyebutkan pelabuhan tersebut digunakan rezim teroris Houthi, untuk mentransfer senjata yang dipasok rezim Iran, untuk melakukan serangan terhadap negara Israel dan sekutunya.
Serangan itu juga dilakukan sebagai respons atas serangan berulang Houthi terhadap Israel, termasuk peluncuran UAV dan rudal permukaan-ke-permukaan.
“Rezim teroris Houthi beroperasi di bawah arahan dan pendanaan rezim Iran untuk merugikan Israel dan sekutunya. Rezim teroris ini mengeksploitasi wilayah maritim untuk memproyeksikan kekuatan dan melakukan aktivitas teroris terhadap jalur pelayaran dan perdagangan global,” ungkap militer Israel.
Operasi mata langit
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengatakan Angkatan Udara Israel melakukan serangan di pelabuhan Hodeidah Yaman sebagai bagian dari Eyes from Above Operation (Mata Langit), yang bertujuan untuk mempertahankan blokade laut dan udara terhadap organisasi teroris Houthi.
“Organisasi teroris Houthi akan terus diserang dan akan membayar harga yang mahal atas setiap upaya menyerang Negara Israel,” tegas Katz, seperti dilaporkan media Ynetnews.
Saluran media Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan serangkaian 12 serangan terhadap tiga dermaga di pelabuhan Hodeidah.
Media Arab Saudi, Al-Hadath, juga melaporkan, serangan tersebut ditargetkan terhadap infrastruktur di pelabuhan Hodeidah.
Sebelumnya puluhan orang tewas di ibu kota Yaman, Sanaa, dan Kegubernuran Al Jawf akibat serangan Israel Rabu lalu. Houthi menyebut terdapat 31 jurnalis Yaman tewas dalam serangan tersebut.
Akhir bulan lalu, Israel melakukan serangan udara dan membunuh Perdana Menteri Houthi, Ahmed Al Rahawi, termasuk belasan menteri, yang mencakup hampir setengah dari kabinetnya.(P-Jeffry W)

