PRIORITAS, 3/7/25 (Jakarta): Pasar modal Indonesia mencatat lonjakan aktivitas dengan melantainya delapan emiten baru secara bersamaan sejak Rabu (2/7/25). Momen ini menjadi salah satu gelombang IPO terbesar dalam satu hari selama 2025.
Tiga dari delapan perusahaan tersebut memiliki afiliasi kuat dengan konglomerat papan atas. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terhubung dengan taipan energi Prajogo Pangestu. Di sisi lain, PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), dikenal sebagai B-Log, berada di bawah kendali Djoko Susanto. Sementara PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) menjadi bagian dari Tancorp milik Hermanto Tanoko.
Dominasi tokoh besar dalam IPO ini sempat membangkitkan ekspektasi pasar. Namun, geliat debut saham-saham baru belum mampu mengangkat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG justru bergerak melemah pada Kamis (3/7/25), meski hari ini tercatat sebagai fase lanjutan dari peluncuran saham-saham baru. Hingga pukul 15.00 WIB, nilai transaksi harian hanya mencapai Rp5,73 triliun.
Sebagai perbandingan, sehari sebelumnya transaksi pasar modal mencapai Rp11 triliun dengan volume 24,6 miliar lembar saham. Angka ini menunjukkan kontras mencolok dengan volume Kamis (3/7/25) yang hanya menyentuh 13,31 miliar saham.
Nilai transaksi turun
Melansir dari Beritasatu.com, penurunan aktivitas itu ikut tercermin dalam statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam sepekan terakhir, rata-rata nilai transaksi harian turun 12,35 persen menjadi Rp13,15 triliun dari Rp15 triliun pada pekan sebelumnya.
Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati para investor. Banyak dari mereka masih menunggu stabilitas harga IPO sebelum mengucurkan dana lebih besar ke pasar.
Beberapa analis menyebut, walau IPO mendatangkan likuiditas baru, distribusi dana ke saham lain belum terjadi. Hal ini membuat pengaruh IPO terhadap indeks bersifat terbatas dan belum merata.
Sektor ritel dan logistik tetap menjadi primadona. Saham B-Log milik Djoko Susanto, misalnya, dinilai potensial karena jaringan Alfamart menyentuh konsumen akar rumput di seluruh Indonesia.
Selain itu, PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) ikut mencuri perhatian. Perusahaan ini bergerak di sektor transportasi laut, yang selama semester awal 2025 menunjukkan pertumbuhan positif.
Jika fase konsolidasi ini berlangsung mulus, pasar diprediksi akan bergerak positif. Namun, arah IHSG ke depan akan sangat bergantung pada performa saham-saham IPO dalam beberapa pekan ke depan. (P-Khalied Malvino)
No Comments