Kini Beelora Kids hadir bantu orang tua bangun pola konsumsi anak

Armin Mandika
Minggu, 4 Oktober 2026
IPTEK 0 91
3 menit membaca

PRIORITAS, 4/10/26 (Pekanbaru): Guna membantu orang tua membangun pola konsumsi yang lebih mudah diterima anak, kini Beelora Kids menghadirkan madu hutan akasia murni.

Menurut pendiri Beelora Kids, Syafril, produk tersebut dikembangkan dengan perhatian khusus terhadap kebutuhan orang tua yang mencari pilihan alami untuk mendampingi tumbuh kembang anak, terutama anak yang memiliki masalah dengan pola makan dan waktu tidur.

“Kami melihat banyak orang tua menghadapi tantangan ketika anak susah makan. Dari situ kami ingin menghadirkan madu yang tidak hanya memiliki kualitas sebagai produk alami, tetapi juga dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan anak dan keluarga,” katanya.

Selanjutnya ia menjelaskan Beelora Kids menggunakan madu hutan akasia murni sebagai bahan utama yang diposisikan sebagai produk pangan alami untuk keluarga.

Dikatakannya, madu memiliki kandungan gula alami yang dapat menjadi salah satu sumber energi. Konsumsi madu dalam jumlah yang sesuai juga dapat menjadi bagian dari pola makan keluarga, termasuk sebagai pelengkap makanan atau minuman anak yang telah berusia lebih dari satu tahun.

“Kami memilih madu hutan akasia karena ingin mempertahankan karakter alami madu. Prinsip kami sederhana, semakin sedikit intervensi terhadap produk, semakin kami ingin karakter alaminya tetap terasa,” sebutnya.

Menurut Syafril Beelora Kids juga berupaya membantu orang tua membangun kebiasaan konsumsi madu yang lebih mudah diterima anak.

Tak hanya Selain sebagai sumber energi alami, menurutnya, madu juga kerap digunakan dalam pola konsumsi keluarga untuk membantu mendukung kenyamanan sebelum tidur.

“Yang kami tawarkan bukan sekadar madu, tetapi sebuah kebiasaan baik. Ketika dikonsumsi secara tepat, madu dapat menjadi bagian dari rutinitas keluarga, termasuk mendampingi anak yang sulit makan dan membangun rutinitas menjelang tidur,” katanya.

Ia menegaskan Beelora Kids tidak memosisikan madu sebagai obat maupun pengganti makanan utama anak, melainkan sebagai pangan alami yang dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

“Kami tidak ingin mengatakan madu adalah solusi tunggal untuk anak susah makan. Justru kami ingin mengedukasi orang tua bahwa persoalan makan anak perlu dilihat secara menyeluruh. Madu hanya salah satu pilihan pangan alami yang dapat menjadi bagian dari pola konsumsi tersebut,” ujar Syafril.

Ramah anak

Tak hanya manfaat sebagai pangan alami, Beelora Kids juga membawa pendekatan yang berbeda dari sisi merek. Produk dikembangkan dengan identitas visual dan komunikasi yang lebih ramah anak sehingga madu tidak lagi hanya dipersepsikan sebagai produk untuk orang dewasa.

“Keunikan Beelora Kids ada pada bagaimana kami membawa madu ke dunia anak. Kami ingin membuat anak merasa dekat dengan produknya, sementara orang tua mendapatkan informasi yang jelas mengenai apa yang mereka konsumsi,” ungkapnya.

Dikatakan Syafril, edukasi menjadi bagian penting dalam pengembangan Beelora Kids karena orang tua perlu memahami penggunaan madu secara tepat, termasuk batasan pemberian madu kepada bayi berusia di bawah satu tahun.

Menurutnya, Beelora Kids terus melakukan pengembangan produk dan riset pasar untuk melihat kebutuhan keluarga terhadap produk berbasis madu yang lebih praktis dan mudah dikonsumsi.

“Ke depan kami ingin Beelora Kids tidak hanya dikenal sebagai merek madu, tetapi sebagai brand yang membantu keluarga mengenal madu secara lebih baik, mulai dari kualitas, cara konsumsi hingga manfaatnya,” katanya.

Untuk saat ini, Beelora Kids memperkenalkan madu hutan akasia murni melalui berbagai kanal penjualan dan kegiatan langsung bersama masyarakat, sekaligus membangun komunikasi dengan orang tua mengenai konsumsi madu sebagai bagian dari pola hidup keluarga.

Karena itu Syafril berharap Beelora Kids dapat menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin mengenalkan madu kepada anak dengan pendekatan yang lebih sederhana, aman dan menyenangkan.

“Harapan kami sederhana, orang tua mendapatkan madu yang baik dan anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan ketika mengonsumsinya. Dari situ kami ingin membangun kebiasaan baik bersama keluarga,” ujarnya.(P-*/am)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025