Data center serbu Batam! Kebutuhan listrik tembus 1,47 GW, PLN siapkan jurus besar

Sem Muhaling
Sabtu, 3 Oktober 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 2/10/26 (Batam): PT PLN Batam memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk menopang pertumbuhan industri pusat data atau data center serta ekonomi digital di Kota Batam, Kepulauan Riau.


Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan perusahaan terus mempersiapkan pasokan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi seiring masuknya investasi baru di sektor digital.

“PLN Batam berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Kwin Fo dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat (2/10/2026).

Ikuti pertumbuhan investasi

Kwin Fo menjelaskan penguatan sistem kelistrikan PLN lakukan secara bertahap, terutama melalui pengembangan kapasitas pembangkitan sesuai dengan pertumbuhan permintaan listrik.


Pernyataan tersebut ia sampaikan saat PLN Batam mengikuti Data Centre World Asia yang merupakan bagian dari rangkaian Tech Week Singapore 2026 di Singapura. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi PLN Batam untuk memperkenalkan kesiapan kelistrikan Batam kepada komunitas bisnis dan teknologi internasional.

Menurut Kwin Fo, perkembangan industri data center telah membuat Batam semakin diperhitungkan dalam peta investasi global. Posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura, dukungan infrastruktur serta status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan daya tarik kota tersebut.

Ia mengatakan sektor teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, terutama listrik dengan tingkat keandalan tinggi.

Kebutuhan listrik data center  

Kebutuhan tersebut sejalan dengan pemetaan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang mencatat kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam telah mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

BP Batam sebelumnya juga memproyeksikan 2029 menjadi salah satu titik penting. Sebab, sesuai perkiraan, kebutuhan listrik data center mulai melampaui separuh beban puncak listrik Batam.

Pada saat yang sama, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat. Mulai dari 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035. Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, perusahaan plat merah tersebut berencana meningkatkan daya mampu pasok hingga 3.691 MW.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri pusat data tidak hanya membutuhkan lahan dan jaringan telekomunikasi. Tapi juga kepastian pasokan listrik dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Batam bidik investasi teknologi dan AI

Kwin Fo menilai kedekatan Batam dengan Singapura memberikan nilai strategis dalam pengembangan industri data center. Ekosistem investasi yang berkembang juga menjadi modal penting untuk menarik investor teknologi berskala global.

Menurutnya, selain pasokan energi, peran BP Batam dalam mempercepat proses perizinan turut menentukan daya saing Batam dalam menarik investasi.

“Batam memiliki keunggulan sebagai kawasan perdagangan bebas. Dukungan BP Batam dalam memberikan kemudahan dan kecepatan proses investasi menjadi salah satu faktor penting yang membuat Batam semakin menarik bagi investor teknologi dan data center,” katanya.

Kesiapan energi menjadi semakin penting. Sebab data center beroperasi dengan kebutuhan listrik yang tinggi. Karena itu membutuhkan kontinuitas pasokan untuk menjaga operasional sistem teknologi informasi.

PLN dorong pemanfaatan energi lebih hijau

Selain meningkatkan keandalan pasokan, PLN Batam juga menyiapkan pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.

Kwin Fo mengatakan, pihaknya akan memperluas pengembangan energi terbarukan secara bertahap seiring meningkatnya kebutuhan industri data center.

Menurut dia, industri pusat data ke depan tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Tapi juga semakin membutuhkan sumber energi yang lebih hijau untuk mendukung agenda keberlanjutan.

“Pertumbuhan data center tidak hanya membutuhkan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga membutuhkan listrik yang semakin hijau,” katanya, melansir Antara.

Karena itu, PLN Batam berupaya menjalankan dua agenda secara bersamaan, yakni memperkuat keandalan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

Sebelumnya, PLN juga telah menyiapkan pasokan listrik sebesar 511 MVA untuk proyek data center. Terutama proyek global PT Digitalland Service One (DayOne) di kawasan industri Kabil Industrial Estate, Batam.

Penguatan infrastruktur energi tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi digital dan industri data center di Asia. (P-*/Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan