
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Aliran Data Statistik Terbaik Tahun 2026, Sabtu (26/9/26). (‘Courtsy’ Antara/HO-Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo) PRIORITAS, 27/09/26 (Gorontalo): Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo mendapat penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Aliran Data Statistik Terbaik Tahun 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menerima penghargaan tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 di Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Sabtu (26/9/2026). Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap dukungan Dinkes P2KB dalam penyediaan serta pengelolaan data statistik, khususnya di bidang kesehatan.
Anang mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Dinkes P2KB. Terutama untuk terus meningkatkan kualitas data kesehatan, mulai dari proses pengumpulan, pengolahan hingga penyajiannya.

Menurut dia, data yang akurat dan tersedia tepat waktu sangat penting. Sebab, data yang akurat membuat pemerintah daerah dapat menyusun program kesehatan berdasarkan kondisi masyarakat yang terukur. Dengan demikian, intervensi dapat lebih sesuai dengan persoalan dan kebutuhan setiap wilayah.
Dinkes P2KB juga berkomkomitmen memperkuat koordinasi dan integrasi data dengan berbagai pihak, termasuk BPS Provinsi Gorontalo. Upaya tersebut penting untuk membangun tata kelola data yang lebih terintegrasi sekaligus meningkatkan pemanfaatan statistik dalam pembangunan kesehatan.
Dinkes P2KB sebelumnya juga telah melakukan penguatan kualitas data tersebut melalui pengolahan data mikro Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Pengolahan data tersebut dapat memberikan gambaran indikator kesehatan yang lebih rinci hingga tingkat kabupaten dan kota, sesuai dengan ketersediaan sampel. Hasil pengolahan nantinya dapat menjadi bahan analisis situasi kesehatan serta mendukung penyusunan program yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Arah pengolahan data juga untuk meningkatkan kemampuan teknis aparatur dalam menganalisis informasi kesehatan. Hasil dari dataset nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan policy brief serta mendukung dokumen master plan transformasi layanan kesehatan Provinsi Gorontalo.
Melansir Antara, penyerahan penghargaan untuk Dinkes P2KB itu berlangsung di tengah upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat implementasi Satu Data Indonesia.
Dalam finalisasi Daftar Data Daerah 2026, pemerintah daerah sebelumnya menyepakati 1.413 daftar data daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.214 data atau 85,9 persen diklasifikasikan sebagai Data Statistik Sektoral Daerah (DSSD), sementara 188 data lainnya masuk kategori non-DSSD.
Dinas Kesehatan menjadi salah satu perangkat daerah dengan jumlah data cukup besar dalam daftar tersebut, yakni mencapai 94 data. Data tersebut akan menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan data daerah yang terintegrasi melalui Portal Open Data Gorontalo dan sistem Satu Data Indonesia.
Bagi sektor kesehatan, penguatan tata kelola data menjadi penting karena informasi yang tersedia tidak hanya untuk mencatat kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk menentukan prioritas program, mengukur capaian pembangunan dan mengevaluasi efektivitas intervensi pemerintah.
Melalui penghargaan tersebut, Dinkes P2KB Gorontalo menegaskan komitmennya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas aliran data kesehatan agar dapat menjadi salah satu dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan yang lebih terukur. (P-*/Ant/sm)

