
Pemkab Talaud dan Bank SulutGo menandatangani MoU ekosistem jual-beli hasil tangkap ikan, di Manado Kamis, 24/9/26). (‘Courtesy’ BSG)PRIORITAS, 25/09/26 (Manado): Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud bersama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) memperkuat ekosistem perdagangan hasil tangkapan ikan untuk mendorong sektor kelautan menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Kepulauan Talaud dan BSG di Manado, Kamis (24/9/2026). Kolaborasi ini merupakan bagian dari program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor maritim dan perikanan.
Direktur Utama BSG Revino Pepah mengatakan arah kerja sama tersebut untuk membangun rantai perdagangan hasil laut yang lebih terintegrasi. Pengembangan sistem kiranya dapat membuat proses jual beli hasil tangkapan lebih transparan sekaligus membuka akses layanan keuangan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Menurut dia, penguatan ekosistem tersebut tidak hanya berkaitan dengan transaksi hasil tangkapan, tetapi juga mencakup dukungan layanan perbankan dan pembiayaan yang dapat menunjang aktivitas ekonomi nelayan.

Branch Manager BSG Cabang Melonguane Stevi P Maringka mengatakan BSG siap mendukung implementasi kerja sama melalui layanan perbankan, digitalisasi pembayaran serta fasilitasi pembiayaan bagi nelayan dan pelaku usaha.
Keberadaan BSG Cabang Melonguane juga akan menjadi sebagai salah satu ujung tombak pelayanan perbankan di lapangan. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap layanan keuangan di wilayah kepulauan kiranya menjadi lebih mudah.
Penguatan akses pembiayaan menjadi bagian penting karena aktivitas nelayan sangat bergantung pada siklus produksi dan kondisi laut. Dukungan perbankan nantinya dapat membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan hasil perikanan.
Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert Sianipar mengatakan akan mendorong kolaborasi tersebut melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Selain membuka akses pembiayaan, program tersebut mencakup pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan KUR Bohusami. Edukasi serta literasi keuangan bagi nelayan juga menjadi bagian dari penguatan program agar masyarakat dapat mengelola pendapatan secara lebih bijak.
Literasi keuangan menurut Sianipar, penting bagi masyarakat pesisir untuk menghindari praktik pembiayaan berisiko, termasuk jeratan rentenir dan pinjaman daring ilegal. Dengan pemahaman yang lebih baik, akses terhadap produk jasa keuangan nantinya dapat mendukung kegiatan produktif.
Melansir rilis BSG, Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah, BSG dan OJK tersebut. Ia menilai Talaud memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar sehingga perlu topangan ekosistem usaha yang kuat.
Welly berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Ia meminta perangkat daerah terkait bersama unit pelayanan BSG segera menerjemahkan kerja sama itu dalam program konkret agar nelayan dan pelaku usaha perikanan dapat merasakannya.
Penguatan rantai perdagangan hasil tangkapan, akses pembiayaan, digitalisasi transaksi dan peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat berjalan secara bersamaan. Dengan langkah tersebut, potensi perikanan Talaud diharapkan semakin mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (P-*/Ant/sm)

