
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (AP/Mark Schiefelbein/Courtesy Beritasatu.com)PRIORITAS, 21/9/26 (Washington): Saat sesi wawancara dalam program ‘The Ingraham Angle’, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, tidak menyesal meluncurkan serangan terhadap Iran, meskipun akhirnya perang tersebut berisiko memengaruhi suara partainya pada Pemilu paruh waktu AS pada November 2026 nanti.

“Saya tidak percaya pada kata menyesal. Anda selalu bisa sedikit mempertanyakan diri sendiri. Jika saya bisa mengulanginya, saya akan melakukan persis seperti yang saya lakukan,” tegas Trump menjawab pertanyaan dalam program tersebut, Kamis (10/9/26) lalu.
Bahkan presiden berusia 80 tahun itu juga membantah anggapan sebagian pendukungnya merasa kecewa akibat perang tersebut.
“Saya rasa mereka tidak patah semangat. Saya rasa mereka sangat bangga karena saya tidak membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” tambahnya, mengutip NTD, Jumat (11/9/26) lalu.

Yakin perang berakhir setelah pemilihan paruh
Lalu Trump kembali menegaskan keyakinannya, perang Washington dengan Teheran akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu AS tersebut.
“Perang akan berakhir tepat setelah pemilihan,” demikian Trump mengakhiri wawancara.
Sebagaimana Beritasatu.com melansir, pernyataan tersebut disampaikan Trump sehari setelah dirinya menuduh Teheran berupaya memengaruhi Pemilu yang akan menentukan apakah Partai Republik, partai yang mengusung Trump masih mempertahankan kendali atas Kongres AS.
Demokrat unggul polling
Srmentara itu, sesuai informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com berdasarkan berbagai sumber, polling sejumlah lembaga survei mulai mengunggulkan keunggulan calon-calon Partai Demokrat.
Naiknya elektabilitas para kandidat Senator Demokrat terus terjadi sejak akhir Juli 2o26 lalu, di tengah keluhan warga akibat terus melonjaknya harga BBM, juga harga beberapa kebutuhan pokok. (P-*/jr)

