Para demonstran dari kelompok Code Pink berunjuk rasa di awal sidang konfirmasi Komite Angkatan Bersenjata Senat untuk calon Menteri Pertahanan pilihan Presiden terpilih Donald Trump, Pete Hegseth, di Capitol Hill pada 14 Januari 2025 di Washington, DC. (the jerusalem post)PRIORITAS, 17/8/26 (London): Amerika Serikat (AS) menduga China mendanai demonstrasi (protes) pro-Palestina di Inggris.
Para anggota parlemen AS sedang menyelidiki dugaan pendanaan dari Tiongkok terhadap kelompok demonstran Code Pink dan aktivitasnya di Inggris, termasuk dugaan pembayaran yang terkait dengan protes pro-Palestina, seperti dilaporkan The Telegraph.
The Jerusalem Post, hari Senin melansir, para demonstran dari kelompok Code Pink itu semakin masif berunjukrasa mendukung Palestina dan Iran, tidak hanya di Inggris tapi juga di AS.
Kelompok itu juga meneriakan pro Iran pada awal sidang konfirmasi Komite Angkatan Bersenjata Senat untuk calon Menteri Pertahanan pilihan Presiden terpilih Donald Trump, Pete Hegseth, di Capitol Hill pada 14 Januari 2025 di Washington, DC.
Menurut laporan The Telegraph, para politisi AS menduga ada dukungan rahasia Tiongkok terhadap Code Pink, sebuah kelompok protes feminis sayap kiri.
Code Pink telah mengorganisir banyak protes terhadap keterlibatan Inggris dalam ‘tudingan genosida di Gaza’.
Mereka mengeluarkan pernyataan yang mengklaim para pemimpin Inggris telah “dibeli oleh Zionisme.”
Telegraph mengungkapkan investigasi AS sedang memeriksa dugaan pembayaran sebesar £250.000 kepada sebuah perusahaan Inggris yang terkait dengan Code Pink.
Perusahaan itu terhubung dengan Neville Roy Singham, seorang taipan teknologi yang dituduh mendanai propaganda Tiongkok di seluruh dunia.
“Komite sangat menyadari bahwa pendanaan Singham mendukung gerakan pro-Hamas dan pro-komunis tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di luar negeri, termasuk di Inggris,” kata Ketua Komite Cara dan Sarana Kongres AS, Jason Smith.
Sumber lain di Kongres AS mengakui pendanaan China terhadap kelompok pro-Hamas di AS dan Inggris sedang diselidiki.
“Kami menyadari bahwa China mendanai kelompok pro-Hamas dan kelompok sayap kiri di Inggris dan AS. Itulah mengapa kami sedang menyelidikinya dan akan terus melakukannya,” kata sumber itu.
Code Pink di AS telah menerima jutaan dolar dari Singham, yang menghadapi berbagai penyelidikan terkait jaringannya dan apakah jaringan tersebut menyebarkan propaganda pro-China atas nama rezim komunis di Beijing.
Komite mengaitkan pendanaan dan pengaruh Code Pink dengan Singham dan pemerintah Tiongkok.
“Code Pink yang didirikan Jodie Evans, istri Singham, tampaknya telah didanai dan dipengaruhi Singham dan pemerintah komunis Tiongkok”, klaim komite kongres.
Code Pink juga menjalankan kampanye yang disebut “China bukanlah musuh kita”.
The Telegraph mengatakan Code Pink tidak menanggapi permintaan komentar, tetapi sebelumnya menyebut tuduhan terhadapnya sebagai “kebohongan besar”.
“Kami tidak menerima uang sepeser pun dari Partai Komunis Tiongkok”, bantah salah satu pendiri Code Pink, Medea Benjamin, kepada Washington Times.(P-*/jw)