Gunung Karangetang kembali muntahkan lava pijar, sejauh ini permukiman warga Sitaro masih aman

Sem Muhaling
Selasa, 11 Agustus 2026
Bencana DAERAH 0 182
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/8/26 (Sitaro): Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali memunculkan luncuran lava pijar. Namun, material panas tersebut belum menjangkau permukiman warga.

Penyelidik Bumi Ahli Muda pada Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Maluku, Sandy Gumolili, mengatakan permukiman terdekat dari gunung api itu berjarak sekitar tiga kilometer.

“Permukiman terdekat berada di jarak tiga kilometer,” kata Sandy di Manado, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Karangetang periode 9 Agustus 2026 pukul 20.00 WITA, terjadi erupsi efusif yang memunculkan luncuran lava pijar dari kawah utara.

Lava pijar tersebut meluncur ke arah selatan sekitar 700 meter. Material kemudian berbelok ke arah barat sejauh sekitar 300–400 meter dan bergerak ke arah utara sekitar 700–1.000 meter.


Minta warga waspadai awan panas

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik setelah erupsi efusif tersebut.

Sandy juga meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan awan panas guguran. Ancaman tersebut dapat muncul akibat penumpukan material vulkanik setelah erupsi.

Ia meminta masyarakat tetap berada di luar radius bahaya yang telah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetapkan.

“Warga kiranya mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan untuk menghindari bahaya erupsi maupun awan panas guguran,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Antara News.

Saat ini Gunung Karangetang berada pada Level II atau Waspada. Dalam kondisi tersebut, masyarakat tidak boleh memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Selatan.

Masyarakat juga harus menghindari sektor utara-barat dan barat daya dari Kawah Utara dalam radius 2,5 kilometer.

Lima gempa guguran terekam

Sandy meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Ia juga mengharapkan masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak benar atau tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Karangetang.

Data pengamatan periode tersebut mencatat lima kali gempa guguran dan 59 kali gempa embusan.

Petugas juga merekam 10 kali tremor nonharmonik, sembilan kali gempa tremor harmonik, satu kali gempa hibrid atau fase banyak, serta 10 kali gempa tektonik jauh.

Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Karangetang dan potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu. (P-sm)


Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan