Strategi Pemprov Sulut pacu pertumbuhan ekonomi

Giovanni Riung
Jumat, 31 Juli 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 31/7/26 (Manado): Langkah strategis dirumuskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) guna mempercepat pemerataan akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu sasaran utamanya adalah melambungkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Utara hingga menyentuh angka 94,54 persen pada tahun 2029.


Pemaparan Asisten II Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, menyebutkan bahwa selain mendongkrak literasi keuangan, Pemprov Sulut fokus memperkuat program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) berbasis komoditas unggulan serta mempererat kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diselaraskan dengan prioritas RPJMD yang didukung peningkatan kualitas monitoring, evaluasi, dan kapasitas SDM Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Upaya optimalisasi turut menyasar penyaluran pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Bohusami, serta perluasan ekosistem keuangan inklusif hingga ke pelosok perdesaan. Untuk menyukseskannya, seluruh bupati dan wali kota di Sulut diminta aktif memperluas akses permodalan bagi UMKM dan menggali potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

Penguatan sinergi turut melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta industri jasa keuangan. Langkah kolaboratif ini dinilai semakin krusial mengingat eratnya hubungan sejarah, budaya, dan perdagangan antara Sulawesi Utara dan Gorontalo yang berpeluang besar untuk tumbuh bersama di kawasan utara Indonesia.


Berbagai tantangan di lapangan sejatinya tidak ditampik oleh pihak pemprov. Kendala utama meliputi banyaknya pelaku UMKM yang belum tersentuh pembiayaan formal, rendahnya pemahaman keuangan di daerah kepulauan, hingga perlunya percepatan akselerasi digital bagi sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro.

Pandangan pemerintah menempatkan akses keuangan bukan sekadar aktivitas membuka rekening atau menyalurkan pinjaman, melainkan instrumen vital untuk menekan kesenjangan dan meningkatkan produktivitas warga. Optimisme ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan