Milenial – Gen Z ubah tren pariwisata, Kemenpar: Wisatawan ‘digital-native’ berbasis lingkungan, kebugaran, olahraga dan MICE

Selvijn MJR
Kamis, 30 Juli 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 30/7/26 (Jakarta): Wisatawan yang lahir sebagai generasi Milenial dan Gen Z mendorong munculnya tren baru dalam pariwisata seperti wisata tematik. Juru Bicara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Nia Niscaya mengatakan, perkembangan pariwisata global menunjukkan pergeseran menuju pengalaman autentik, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.


“Generasi milenial dan gen Z sebagai wisatawan digital-native mendorong munculnya tren baru seperti pariwisata berbasis lingkungan, wisata kebugaran, wisata olahraga dan meeting incentive convention and exhibition (MICE),” ungkap Nia, mengutip Antara, belum lama ini.

Selanjutnya, Nia menilai pertumbuhan wisata tematik kian masif dengan adanya kehadiran teknologi seperti kecerdasan buatan, internet of things (IoT), augmented reality (AR) atau virtual reality (VR) sebagai penggerak utama dalam menciptakan perjalanan yang personal, efisien, dan imersif, sekaligus menempatkan wisatawan sebagai pusat ekosistem digital pariwisata.

Wisatawan mancanegara dan nusantara miliki prioritas berbeda


Adapun wisatawan mancanegara atau nusantara memiliki preferensi terhadap jenis wisata yang serupa, namun dengan urutan prioritas yang berbeda. Enam tren wisata yang unggul di kedua segmen adalah imersif budaya, pariwisata berbasis ramah lingkungan, pariwisata alam dan petualangan, wisata kuliner dan gastronomi, wisata kebugaran dan rekreasi.

“Perbedaan utama terletak pada motivasi dan intensitas minat terhadap masing-masing jenis wisata. Kedua segmen ini dipertemukan dengan fokus perjalanan yang lebih bermakna dan otentik,” tambshnya.

Wisatawan mancanegara atau turis asing, menurut Nia, cenderung menempatkan budaya imersif, pariwisata ramah lingkungan dan wisata alam-petualangan sebagai prioritas utama. Hal ini mencerminkan pencarian makna, koneksi lintas budaya, dan kepedulian terhadap keberlanjutan.

Sementara itu, wisatawan nusantara mengutamakan wisata kuliner dan gastronomi, serta imersif budaya yang menunjukkan orientasi pada relaksasi, eksplorasi rasa, dan kenyamanan di dalam negeri sendiri. Keduanya memiliki orientasi pada eksplorasi dan merasakan pengalaman secara langsung.

Wisata olahraga segmen pertumbuhan tercepat

Selanjutnya pada wisata olahraga, demikian Beritasatu.com melansir, segmen pariwisata dinilai memiliki pertumbuhan tercepat di dunia. Mengutip data UN Tourism, Nia menyebut sektor wisata olahraga menyumbang 10 persen dari total pengeluaran wisatawan global dan akan tumbuh mencapai 17,5 persen per tahun 2030.

“Pertumbuhan ini didorong oleh kecenderungan wisatawan yang mencari pengalaman berkesan dan menyehatkan, bukan hanya sebagai hiburan,” kata Nia Niscaya. (P-*/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan