
Pemain Persija Jakarta kelahiran Tondano, Minahasa (Sulut), Eksel Runtukahu, siap membela Merah Putih melalui Timnas Indonesia asuhan pelatih John Herdman. (Dok. Persija Jakarta)PRIORITAS, 13/6/26 (Jakarta): Juni-Juli 2026 bisa disebut “bulan sepakbola” dunia. Tentu saja, karena di dua bulan ini sebuah perhelatan akbar kejuaraan dunia sepakbola digelar, Piala Dunia 2026!

Di Indonesia, bulan Juni lebih seru lagi. Pada awal bulan, digelar pertandingan persahabatan FIFA Match Day Indonesia melawan Oman, dan Indonesia vs Mozambik. Kedua pertandingan tersebut dimenangkan Indonesia.
Dalam bulan Juni ini juga – bahkan sejak Mei – di level regional juga digelar ASEAN U-19 Boys’ Championship atau Piala AFF U-19 2026.
Oleh karena itu, perbincangan terkait sepakbola di tanah air pada saat ini menjadi sangat mengasyikkan.

Salah satu topik yang menarik dibahas adalah sosok pemain klub Persija Jakarta, Eksel Runtukahu. Ia merupakan satu di antara 23 pemain nasional senior yang dipanggil masuk pemusatan latihan atau training center (TC) oleh pelatih kepala John Herdman.
Ini merupakan kali pertama penyerang berusia 27 tahun itu dipanggil masuk pelatnas timnas Indonesia. Eksel dipanggil bersama empat pemain Persija Jakarta lainnya, yaitu Muhammad Fajar Fathurrahman, Shayne Pattynama, Witan Sulaeman, dan Rayhan Hannan.
Pelatnas sudah dilaksanakan pada 26-30 Mei 2026 lalu. Salah satu rekan Eksel, yaitu Rayhan Hannan, diturunkan dalam pertandingan FIFA Matchday 2026 Indonesia melawan Oman, dan versus Mozambik pada 6 dan 9 Juni lalu.
Pemain naturalisasi terikat kontrak klub

Pelatih John Herdman, menjaring Eksel Runtukahu masuk Timnas Indonesia. (Courtesy: Kompas.com)
Dalam sebuah kesempatan, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa pemusatan latihan (training camp/TC) di Jakarta bukan sekadar agenda persiapan biasa. TC yang berlangsung pada 26-30 Mei 2026 itu menjadi ajang seleksi krusial untuk menentukan skuad yang akan dibawa ke ASEAN Hyundai Cup 2026.
Diketahui, TC dilakukan untuk menempa pemain-pemain berpotensi selain pemain naturalisasi. Pasalnya, pemain naturalisasi dan diaspora Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri tidak bisa terus-menerus mengikuti Pemusatan Latihan (TC) jangka panjang di Indonesia.
Mereka juga tidak dapat selalu bermain untuk Timnas Indonesia. Mereka harus kembali ke klub masing-masing untuk bermain di liga, memenuhi kontrak profesional, dan mengikuti jadwal kalender resmi FIFA untuk pertandingan internasional.
Kondisi itu mengharuskan pelatih John Herdman mencari pemain-pemain lain, khususnya pemain lokal, untuk mengisi posisi-posisi yang ditinggalkan para pemain naturalisasi atau diaspora.
ASEAN Hyundai Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli–26 Agustus 2026. Masuk dalam TC, Eksel berharap langkah barunya bersama Timnas bisa menjadi awal untuk terus berkembang dan bersinar lebih terang lagi di masa depan.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak playoff antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Pertandingan pertama digelar pada 27 Juli dengan lawan Kamboja, kemudian menjamu Brunei Darussalam/Timor Leste pada 31 Juli. Laga berikutnya melawan Vietnam di kandang pada 3 Agustus, dan ditutup menghadapi Singapura pada 7 Agustus.
Dua tim teratas dari dua grup akan melanjutkan pertandingan ke babak semifinal yang dibagi dalam dua leg pada 15-16 Agustus dan 18-19 Agustus. Pemenang semifinal akan melaju ke babak final turnamen edisi ke-16 ini dalam dua leg yang digelar pada 22 dan 26 Agustus.
Mimpi yang terwujud
“Bagi saya, ini jadi salah satu mimpi yang akhirnya terwujud. Tentu saya sangat bangga dan bersyukur bisa mendapat kesempatan ikut TC Timnas. Ini juga jadi motivasi besar buat saya untuk terus berkembang dan bekerja lebih keras lagi ke depannya,” kata Eksel, seperti dikutip dari laman resmi Persija Jakarta, akhir pekan lalu.
Ia bertekad menunjukkan kemampuan terbaiknya selama mengikuti pemusatan latihan bersama skuad Garuda. “Target saya tentu ingin memberikan yang terbaik di setiap kesempatan, terutama saat latihan,” tekadnya.
“Saya juga berharap bisa terus berkembang dan nantinya mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari skuad Timnas di ajang resmi,” tutur striker berusia 27 tahun itu.
Bergabung ke Persija Jakarta

Eksel Runtukahu merayakan gol bersama pemain-pemain Persija Jakarta dalam sebuah pertandingan. (Courtesy: jakarta.viva.co.id)
“Kenapa saya pilih di tempat ini, Persija, semoga sebelum umur 30 bisa masuk ke Tim Nasional,” begitu tekas Eksel Runtukahu saat menjejakkan kakinya ke markas Macan Kemayoran, Persija Jakarta, pada 24 Juni 2025.
Sepuluh bulan berselang momen fantastis hadir, harapan tersebut benar-benar menjadi kenyataan. Penampilan impresif bersama Macan Kemayoran mengantarkan Eksel mendapat panggilan pemusatan latihan Timnas Indonesia proyeksi ASEAN Hyundai Cup 2026.
Di Persija, Eksel tampil dalam 23 pertandingan dan mencatatkan enam gol, kontribusi yang akhirnya membuka jalan menuju skuad Garuda.
Sejak awal bergabung dengan Persija Jakarta, Eksel memang datang dengan dua misi. Selain ingin memberikan kontribusi maksimal untuk tim, ia juga menjadikan Persija sebagai panggung untuk membuktikan diri agar mendapat sorotan yang lebih besar. Kini, langkah itu berbuah manis.
Eksel menjadi satu dari lima pemain Persija yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas. Empat nama lainnya adalah Muhammad Fajar Fathurrahman, Shayne Pattynama, Witan Sulaeman, dan Rayhan Hannan.
Di TC, Eksel bergabung dengan nama-nama besar pemain Indonesia yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat pencinta bola tanah air. Seluruh pemain yang dikumpulkan merupakan mereka yang bermain di BRI Super League, kecuali Marselino Ferdinan yang bermain di AS Trencin Slovakia dengan status pinjaman dari Oxford United.
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia
Kiper:
Cahya Supriadi (PSM Yogyakarta)
Muhammad Riyandi (Persis Solo)
Nadeo Argawinata (Borneo FC Samarinda)
Belakang:
Alfarezi Buffon (Borneo FC)
Brian Fatari (Dewa United)
Fajar Fathurrahman (Persija)
Muhammad Ferrari (Bhayangkara FC)
Shayne Pattynama (Persija Jakarta)
Wahyu Prasetyo (Dewa United)
Yance Sayuri (Malut United FC)
Tengah: Marselino Ferdinan (AS Trencin)
Arkhan Fikri (Arema FC)
Marc Klok (Persib Bandung)
Ricky Kambuaya (Dewa United)
Thom Haye (Persib Bandung)
Rivaldo Pakpahan (Borneo FC Samarinda)
Depan: Saddil Ramdani (Persib Bandung)
Egy Maulana Vikri (Dewa United)
Witan Sulaeman (Persija)
Hokky Caraka (Persita Tangerang)
Eksel Runtukahu (Persija)
Jens Raven (Bali United)
Rizky Eka Pratama (PSM Makassar)
Dengan polesan pelatih John Herdman, akankah seorang Eksel Runtukahu yang lahir di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, 2 September 1998, itu membuktikan diri sebagai pemain yang bisa diandalkan Timnas Indonesia? “Tentu saja, karena itu menjadi cita-cita saya,” tekad Eksel. (P-*/hdt)

