AS-Iran capai kesepakatan, Trump: Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin Anda…Biarkan minyak mengalir!

Jeffrey Rawis
Senin, 15 Juni 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 15/6/26 (Washington): Melalui media sosialnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan AS dan Iran telah sepakat mencapai gencatan senjata. “Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin Anda,” tulisnya. “Biarkan minyak mengalir!”


Dikemukakannya, kesepakatan ini membuka jalan bagi pembicaraan lebih lanjut yang pada akhirnya dapat mengakhiri perang selama berbulan-bulan yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global itu.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!” katanya lagi dalam sebuah unggahan di media sosial itu, seperti dikutip dari The New York Times, Senin (15/6/26).

Resmi akan ditandatangani di Jenewa


Dalam pada itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi mengatakan, Iran dan Amerika Serikat berencana untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut pada Jumat di Jenewa. Gharibabdi mengonfirmasi jadwal yang ditetapkan oleh Pakistan, mediator utama dalam pembicaraan tersebut.

Selanjutnya Trump mengatakan, kesepakatan itu akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur air yang vital secara ekonomi, dan ia telah mengizinkan “penghapusan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat” di pelabuhan-pelabuhan Iran.

“Kapal-kapal Dunia, nyalakan mesin Anda,” tulisnya. “Biarkan minyak mengalir!”

Gencatan senjata selama 60 hari

Adapun teks perjanjian tersebut tidak segera dirilis. Namun, unggahan Trump selaras dengan apa yang sebelumnya dikatakan oleh pejabat Amerika dan Iran tentang isi perjanjian awal. Kesepakatan itu akan mencakup gencatan senjata selama 60 hari, demikian para pejabat tersebut, seperti dilansir Metro TV.

Disebutkan juga, kedua pihak telah berupaya menggambarkan perjanjian tersebut sebagai kemenangan diplomatik setelah hampir empat bulan perang. Namun, beberapa isu paling pelik—termasuk nasib program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi untuk Teheran—tetap belum terselesaikan dan telah ditunda ke putaran negosiasi selanjutnya.

Ditandatangani Jumat (19/6/26)

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang telah menjadi mediator kunci dalam perundingan perdamaian, mengatakan di media sosial: “upacara penandatanganan resmi akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni, di Swiss.”

Namun, dia tidak mengatakan apakah perjanjian tersebut telah ditandatangani secara elektronik, seperti yang diharapkan.

Ya, penandatanganan -,yang pernah dikatakan Trump akan terjadi pada hari Minggu, ulang tahunnya yang ke-80,- tampaknya berisiko pada awal hari itu. Israel membombardir pinggiran selatan Beirut sebagai balasan atas serangan roket dari Hizbullah, kelompok militan Lebanon yang didukung Iran, yang membuat Trump marah.

Trump mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Israel telah menunjukkan “tidak ada pertimbangan” dalam melakukan serangan tersebut.

“Kita sangat dekat dengan kesepakatan yang akan membawa perdamaian ke kawasan ini, termasuk ke Lebanon, dan semua pihak harus menghentikan konflik,” tulis Trump di media sosial itu.

Kesepakatan tentang nuklir

Sementara itu, serangkaian negosiasi menit-menit terakhir, yang dipimpin oleh Qatar, meredakan ketegangan, dan kesepakatan akhir tampaknya tercapai pada larut malam Minggu di Teheran.

Tetapi, pertanyaan yang masih belum terjawab ialah nasib program nuklir Iran, yang mana kedua negara belum menunjukkan banyak kemauan untuk berkompromi. Para pejabat sebelumnya mengatakan, kedua pihak akan mengadakan negosiasi terperinci mengenai program tersebut, dan mengenai pencabutan sanksi AS terhadap Iran, selama gencatan senjata 60 hari.

Israel dan Iran berbeda tentang Lebanon

Namun, Lebanon bisa menjadi batu sandungan lain. Iran menginginkan kesepakatan perdamaian yang lebih luas untuk memaksa Israel mengakhiri serangannya yang menargetkan Hizbullah, yang telah menewaskan lebih dari 3.500 orang, dan agar militer Israel menarik diri dari wilayah Lebanon.

Tetapi, Israel, yang tidak terlibat langsung dalam negosiasi AS-Iran, telah menyatakan akan terus menyerang jika Hizbullah menyerang wilayahnya lagi. (P-*r/Mtv/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan