Tonton Youtube BP

Perkuat wawasan kebangsaan, Densus 88 beri edukasi mahasiswa Poltekkes Aceh

Wilson Lumi
9 Nov 2025 11:21
2 minutes reading

PRIORITAS, 9/11/2025 (Banda Aceh): Suasana Aula Poltekkes Kemenkes Aceh, Jumat, 7 November 2025 tampak berbeda. Ratusan mahasiswa Jurusan Keperawatan duduk serius, namun antusias. Mereka bukan sedang mengikuti kuliah rutin, melainkan terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 Anti Teror Polri.

Keterangan pers dari Poltekkes Kemenkes Aceh diterima Minggu (9/11/25) menyebutkan, FGD dengan tema “Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pencegahan Paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme)” ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan aparat penegak hukum dengan generasi muda yang kelak akan menjadi tenaga kesehatan di masyarakat.

IPDA Nurul Maulana, S.H., pemateri dari Densus 88 AT Polri, tampil mengupas bagaimana ideologi radikal kini bergerak jauh lebih halus—tidak hanya melalui aksi fisik, tetapi juga melalui ruang digital, percakapan media sosial, hingga komunitas-komunitas tertentu.

“Mahasiswa punya peran strategis sebagai agen perubahan. Kalian harus jadi pelopor perdamaian dan persatuan. Radikalisme bisa datang lewat konten sehari-hari, jadi harus bijak dalam menyaring informasi,” tegasnya.

Para pimpinan Jurusan Keperawatan turut hadir memberikan dukungan penuh. Hadir Ketua Jurusan dr. Ns. Dewi Marianti, S.Kep., M.Kep., Sp.Ma; Sekretaris Jurusan Ainal Mardhiah, SKM., MPH; serta Ketua Prodi D4 Keperawatan Ritawati, A.K., MPH. Para dosen dan staf ikut larut dalam diskusi yang berlangsung hangat.

Mahasiswa pun tak tinggal diam. Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan muncul—mulai dari peran tenaga kesehatan dalam menjaga masyarakat tetap inklusif, hingga cara menghadapi potensi penyebaran paham ekstrem di lingkup pekerjaan mereka kelak.

FGD ini bukan hanya soal teori. Ia menjadi ruang refleksi, bahwa menjaga perdamaian dan toleransi juga merupakan bagian dari profesi kesehatan. Menolak kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi adalah tanggung jawab bersama.

Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran ideologis di kalangan mahasiswa—bahwa mencintai tanah air dan menjaga harmoni adalah fondasi utama dalam melanjutkan pengabdian di masyarakat.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim Densus 88, dosen, dan seluruh peserta. Sebuah simbol komitmen: dari kampus, semangat kebangsaan terus dijaga agar tetap kokoh menghadapi ancaman ideologi yang menyesatkan. (P-mu/bwl)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x