Wamenaker dorong serikat pekerja PLN jadi mitra strategis hadapi transformasi energi

Giovanni Riung
Kamis, 11 Juni 2026
EKBIS 0 165
2 menit membaca

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor (Dok. Humas Kemnaker).


PRIORITAS, 11/6/2026 (Pontianak): Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong Serikat Pekerja PT PLN (Persero) untuk memperkuat perannya sebagai mitra strategis manajemen dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan transisi energi yang terus berkembang.

Pesan tersebut disampaikan saat pelantikan Pengurus DPD dan DPC Serikat Pekerja PT PLN (Persero) se-Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (10/6/2026).

Afriansyah menilai hubungan industrial modern memerlukan kemitraan yang kuat antara pekerja dan perusahaan guna menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kesejahteraan pekerja.


“Dalam hubungan industrial modern, pekerja dan pengusaha bukanlah pihak yang saling berhadapan. Keduanya merupakan mitra yang memiliki tujuan bersama, yaitu menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan kesejahteraan pekerja,” kata Afriansyah.

Sebagai perusahaan yang memegang peran penting dalam sektor energi nasional, PLN menghadapi tuntutan untuk terus berinovasi melalui digitalisasi layanan serta penguatan kompetensi sumber daya manusia. Kondisi tersebut dinilai memerlukan organisasi pekerja yang adaptif dan mampu memahami arah pengembangan perusahaan.

Menurut Afriansyah, serikat pekerja masa kini perlu bertransformasi menjadi mitra dialog strategis yang memahami tantangan bisnis dan dinamika industri. Perbedaan pandangan yang muncul dalam hubungan kerja juga perlu diselesaikan melalui dialog sosial, komunikasi terbuka, musyawarah konstruktif, dan penghormatan terhadap mekanisme hukum yang berlaku.

Ia menilai PLN memiliki modal kuat untuk membangun hubungan industrial yang sehat melalui dukungan sumber daya manusia yang kompeten, organisasi pekerja yang aktif, serta manajemen yang berkomitmen terhadap pengembangan perusahaan dan kesejahteraan pegawai.

Afriansyah juga mengajak pengurus serikat pekerja yang baru dilantik untuk menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian yang berintegritas. Kepemimpinan dalam organisasi pekerja dinilai tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga keteladanan, integritas, kemampuan mendengar, serta komitmen memperjuangkan kepentingan anggota secara bertanggung jawab.

Ia berharap organisasi serikat pekerja dapat terus berkembang menjadi organisasi yang solid, profesional, dan adaptif dengan memperkuat komunikasi internal, meningkatkan kapasitas pengurus, serta menjaga kemitraan yang baik dengan manajemen.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan di lingkungan PLN, sekaligus memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi perubahan sektor energi nasional. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan