El Nino bakal berlangsung Juni 2026 hingga Mei 2027, kemarau bisa lebih kering dan panjang

Selvijn MJR
Kamis, 28 Mei 2026
2 menit membaca

JAKARTA, Beritaprioritas.com: Fenomena El Nino akan mulai aktif pada Juni 2026 dan berlangsung hingga sekitar Maret sampai Mei 2027. Demikian prediksi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


Bahkan Teuku Faisal Fatani mengatakan, El Nino yang melanda wilayah Indonesia itu akan memiliki intensitas moderate hingga kuat.

“Jadi, kalau tahun ini aktif, akan berakhir kira-kira di bulan Maret sampai bulan Mei di tahun 2027,” kata Faisal, di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/26) lalu.

“Untuk tahun ini, itu El Nino akan mulai aktif diperkirakan di bulan Juni, nanti dia dengan intensitas kira-kira moderate ya, sampai sini moderate sampai kuat,” lanjutnya.


Fenomena anomali iklim global

Selanjutnya Faisal menekankan, El Nino sebetulnya fenomena anomali iklim global yang terjadi secara berkala setiap tiga hingga tujuh tahun sekali dan dipantau banyak negara.

Tetapi, lanjut Faisal, kondisi yang perlu diwaspadai ialah ketika El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau di Indonesia.

Kemarau lebih panjang dan kering

Adapun situasi tersebut dapat membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan rata-rata kondisi dalam 30 tahun terakhir.

“Dan itu yang perlu kita waspadai ketika di bulan Juni, Juli, Agustus, nanti puncak musim kemarau Agustus, September, itu dapat membuat kemarau di Indonesia akan lebih panjang dan juga lebih kering dari yang terjadi dalam rata-rata 30 tahun terakhir,” ungkap Faisal lagi.

Wilayah terdampak

Sebagaimana dilansir Kompas.com, BMKG mencatat, wilayah Indonesia yang paling terdampak El Nino umumnya berada di bawah garis khatulistiwa, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Lalu, wilayah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Kalimantan bagian utara disebut tidak terlalu terdampak signifikan.

Modifikasi cuaca

Ditambahkannya, pemerintah juga sudah mulai mengantisipasi dampak El Nino terhadap ketahanan air dan pangan nasional melalui operasi modifikasi cuaca.

Disebutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengisi tampungan air di lebih dari 220 bendungan yang dimiliki pemerintah.

“Kita melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi tampungan-tampungan air kita ini agar swasembada pangan dapat kita jamin di tahun ini,” kata Faisal Teuku Faisal Fatani. (P-*r/Kps/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan