James F. Sundah sudah tiada, meninggal dunia di AS Kamis malam WIB

Harley DT
Jumat, 8 Mei 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 8/5/26 (New York, AS): Kabar duka datang dari New York, Amerika Serikat (AS). Komposer dan musisi legendaris Indonesia, James. F. Sundah, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (7/5/26) pukul 11.28 siang waktu New York, atau pukul 22.28 malam WIB.


Berita tersebut terpantau di WAG “Wartawan 3 Zaman” yang diunggah wartawan hiburan senior, Dion Momongan, pada Jumat (8/5/26) pukul 00.26 WIB dinihari.

Dikonfirmasi Beritaprioritas.com melalui pesan WA, Dion membenarkan berita tersebut. “Ini dari keluarga, dari istrinya,” tulis Dion. Ia menambahkan, memang dalam beberapa minggu ini (kesehatan James F. Sundah) up and down, ke (arah) kritis.

“James orang baik… Sangat baik,” ungkap Dion yang sama dengan James berdarah Minahasa, Sulawesi Utara. “Sering becanda pakai Bahasa Manado, padahal kami berdua juga ‘terbatas’ ngomong Manadonya hahaha…,” kenang Dion.


Dion mengaku terakhir berinteraksi langsung dengan James F. Sundah melalui Zoom Meeting akhir tahun lalu. Setelah itu ia hanya sesekali saling berkabar dengan istri James, dan mengikuti perkembangan melalui berita-berita.

Sementara itu, wartawan Beritaprioritas.com, Herling Tumbel, yang juga bersahabat dengan James, mengatakan telah menghubungi nomor WA yang biasa mereka pakai berkomunikasi sejak mengetahui berita duka tersebut, tapi pesan belum terkirim. “Masih centang 1,” katanya. “Jadi saya belum dapat konfirmasi langsung dari pihak keluarga James,” tambahnya.

“Saya mengikuti perkembangan James yang memang sedang sakit. Terakhir komunikasi dengan James dan istrinya, Lia, tanggal 2 Januari 2026 lalu saat kami saling berucap Selamat Tahun Baru,” terang Herling.

‘Screen shot’ percakapan terakhir James F. Sundah bersama wartawan hiburan senior Dion Momongan (kiri), dan wartawan Beritaprioritas.com Herling Tumbel. (Ist.)

Kanker paru-paru

Pada 15 Maret 2026 lalu, James F. Sundah diketahui menjalani perawatan intensif di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York, AS. Diberitakan, tim medis menemukan perkembangan terbaru dari penyakit kanker paru-paru yang ia derita.

Suami Priscillia Sundah Suntoso – akrab dipanggil Lia – itu diketahui telah menjalani pengobatan kanker paru-paru selama hampir dua tahun terakhir.

Pada 19 November 2025, James F. Sundah menerima penghargaan bergengsi dari AMI Award kategori “Lifetime Achievement”. James tak dapat hadir langsung. Sambutannya ditayangkan dalam bentuk video pada acara yang disiarkan langsung secara eksklusif oleh Garuda TV dan Astha TV tersebut.

Saat itu, merespon permintaan Beritaprioritas.com melalui Whats App untuk meminta pernyatannya atas penghargaan “Pengabdian Seumur Hidup” di dunia musik, James berjanji akan memenuhinya. Namun karena kesibukannya menjalani pengobatan, jani tersebut belum kunjung terwujud.

“Tapi waktu saling berucap ‘Selamat Tahun Baru’ 2026 lalu, James masih ingat janji yang belum terpenuhi itu, yang dia anggap ‘utang ngobrol tentang award. Itulah James, sosok yang sangat profesional,” ujar Herling.

Selamat jalan James!

James F. Sundah, meninggal dunia dalam usia 70 tahun pada Kamis (7/5/26) malam WIB. (Ist.)

Sampai berita ini diolah pada Jumat pukul 03.06 WIB dini hari, belum ada konfirmasi langsung dari pihak keluarga James terkait kabar duka tersebut.

Dihimpun dari berbagai sumber, Ir. James Freddy Sundah yang lebih dikenal dengan nama James. F. Sundah, lahir di Semarang, 1 Desember 1955, adalah penulis lagu legendaris Indonesia. Ia dikenal antara lain melalui lagunya, Lilin Lilin Kecil, yang dinyanyikan Chrisye, dirilis pertama kali pada tahun 1977 sebagai pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR 1977) Prambors).

James F. Sundah pernah berkolaborasi dengan berbagai artis Indonesia, seperti Titiek Puspa, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Sheila Majid (penyanyi Malaysia). Bersama Titiek Puspa dan group Rock Scorpion asal Hanover, Jerman, James menulis “When You Came Into My Life”, untuk album Pure Instinct pada tahun 1996.

James F. Sundah menjabat sebagai Ketua Departemen Informasi Teknologi di Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), dan juga anggota Board Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI).

Selain aktif bermusik, Sundah juga dikenal sebagai penulis dan narasumber untuk masalah-masalah kebudayaan, hak cipta, dan informasi teknologi. Karya-karyanya pernah dimuat dalam Jurnal Hukum Internasional Universitas Indonesia dan berbagai media. James juga kerap mewakili Indonesia pada pertemuan-pertemuan tingkat internasional.

James F. Sundah menikah dengan Lia Sundah Suntoso, seorang pengacara imigrasi di Amerika Serikat (AS). Mereka tinggal di New York City, AS, dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki.

Pada 1986, James mencetak prestasi dengan memproduksi lagu “Anak-anak Terang” yang dinyanyikan keroyokan oleh 75 penyanyi sekaligus. Pada masa itu, lagu keroyokan bertema kemanusiaan sedang digemari dan salah satunya didorong oleh lagu “We Are The World”-nya Quincy Jones.

Selamat jalan James! (P-hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan