
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (‘Courtesy’ Beritasatu.com/Antara/M Risyal Hidayat)PRIORITAS, 6/5/26 (Jakarta): Dalam nada optimis, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menunaikan ibadah haji pada 21 Mei 2026 menyatakan doa dan harapannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menguat serta melaju lebih cepat ke depan menuju posisi 6 persen.

Purbaya menilai, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan akselerasi setelah mencatat pertumbuhan 5,39 persen pada kuartal IV 2025 dan 5,61 persen pada kuartal I 2026 ini.
Disebutnya, pencapaian tersebut menjadi sinyal, Indonesia mulai keluar dari pola pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen.
“Kalau saya bilang, kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen, kan sudah dua triwulan 5,39 persen, 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat, makin cepat, makin cepat. Kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada,” ujarnya, dikutip Beritasatu.com

Adapun dengan tren tersebut, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mendekati 6 persen hingga akhir 2026. Angka itu lebih tinggi dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 5,4 persen.
“Target APBN 5,4 persen kan, tetapi kita akan dorong ke arah 6 persen sampai akhir tahun. Kalau lihat hasilnya sekarang, sepertinya strateginya sudah membuahkan hasil,” katanya lagi.
Momentum pemulihan ekonomi
Selanjutnya Purbaya Sadewa berharap momentum pemulihan ekonomi yang saat ini mulai menunjukkan tren positif dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Doa saya supaya kita ekonominya bagus terus, pertumbuhan semakin kuat, tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,” kata Menteri Purbaya Sadewa di Jakarta, Rabu (6/5/26).
Lalu ia menjelaskan salah satu strategi yang ditempuh pemerintah ialah pengelolaan likuiditas melalui sektor perbankan.
Disebutnya, pertumbuhan ekonomi dapat dipacu tanpa tambahan anggaran baru, salah satunya dengan mengalihkan dana dari Bank Indonesia ke sistem perbankan agar lebih produktif.
“Kalau saya bilang sih keajaiban ya. Dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat. Dengan hanya mindahin uang dari BI ke perbankan kan, di samping program-program yang lain tentunya. Artinya saya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa modal,” ujarnya, dikutip Beritasatu.com.
Kemudian Purbaya menilai, strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif pada data pertumbuhan ekonomi terbaru. Ia juga berharap program-program pemerintah yang baru berjalan dapat memberikan kontribusi lebih besar pada kuartal-kuartal berikutnya lagi.
“Sepertinya strateginya cukup pas dan cukup akurat. Nanti kalau program-program yang lain yang baru mulai juga berjalan dan dampaknya mulai kelihatan di ekonomi, harusnya tumbuhnya akan lebih cepat,” harapnya.
Penting jaga sentimen positif
Namun, meski optimistis, Purbaya mengingatkan pentingnya menjaga sentimen positif terhadap perekonomian nasional. Ia menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih terkendali, termasuk defisit anggaran yang tetap terjaga.
“Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga pertumbuhan yang ada. Namun teman-teman juga bantu doain, jangan dijelek-jelekin terus,” tutur Purbaya lagi. (P-*r/Bst/jr)

