
Christiany Eugenia Tetty Paruntu.(Screenshot Instagram CEP)PRIORITAS, 4/5/26 (Jakarta): Anggota DPR-RI Christiany Eugenia Paruntu (CEP) ingatkan generasi muda tidak mudah tergiur modus tawaran kerja di Kamboja, yang belakangan marak dikaitkan dengan praktik penipuan hingga perdagangan orang.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kasus warga Indonesia yang menjadi korban eksploitasi setelah menerima tawaran kerja dengan iming-iming gaji besar.

Menurut CEP, banyak anak muda terjebak karena kurangnya informasi dan tergiur janji pekerjaan yang tidak jelas legalitasnya.
“Jangan mudah percaya dengan tawaran kerja di luar negeri yang tidak melalui jalur resmi. Banyak yang berakhir menjadi korban,” tegas politisi yang sempat membantu kepulangan korban dari Kamboja.
Ia menekankan bahwa sebagian besar generasi muda terjerat kasus bermula dengan modus rekrutmen informal melalui media sosial atau perantara yang tidak memiliki izin resmi.

Christiany Eugenia Paruntu (CEP).(Courtesy: FB/CEP)
Baca juga: Cuma satu calon daftar Ketua Golkar Sulut: Michaela Elsiana Paruntu
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Edukasi tersebut meliputi pentingnya memilih jalur kerja resmi, verifikasi perusahaan perekrut, risiko kerja ilegal di luar negeri serta bahaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO)
Langkah ini dinilai penting agar masyarakat terutama anak muda memiliki pemahaman yang cukup sebelum memutuskan bekerja di luar negeri.

CEP juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka.
Menurutnya, banyak kasus terjadi karena kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua terkait rencana bekerja ke luar negeri.
“Orang tua harus lebih peka. Jangan sampai anak berangkat tanpa informasi yang jelas,” ujarnya.
“Tugas saya sebagai wakil rakyat adalah hadir dan membantu siapa pun yang membutuhkan. Tetapi saya juga ingin menekankan, 3 WNI asal Sulut ini harus menjadi corong peringatan bagi masyarakat khususnya anak muda agar tidak tergiur dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar di Kamboja. Di balik itu ada jebakan sistemik yang bisa menghancurkan masa depan,” tegas CEP saat berhasil memulang tenaga kerja asal Sulut dari Kamboja sebagaimana dilansir dari politberita.id.
Ia juga mengingatkan bahwa modus tawaran dengan gaji tinggi, proses cepat, dan tanpa persyaratan jelas patut dicurigai. Fenomena ini, kata dia, bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda.(P-sm)

