
Asap membumbung di atas bangunan setelah serangan drone terbaru terhadap kilang minyak di Tuapse, wilayah Krasnodar Krai, pada Rabu (29/4/26) di tengah berlangsungnya konflik Rusia–Ukraina. (Getty Images)PRIORITAS, 4/5/26 (Jakarta): Kota Tuapse, yang menjadi pelabuhan utama di Krasnodar Krai di wilayah barat daya Rusia, dilaporkan mengalami pencemaran akibat tumpahan minyak usai serangan drone Ukraina menghantam kilang minyak di area tersebut pada Sabtu (2/5/26).

“Musim liburan akan berlangsung. Garis pantai distrik kami sekitar 90 kilometer. Apa yang terjadi di satu pantai tidak akan memengaruhi pantai lainnya. Dan kami akan membersihkan pantai ini pada 1 Juni 2026, dan orang-orang yang datang khusus ke sini tetap akan dapat menggunakannya,” ucap Boyko di saluran Solovyov Live, dikuti dari surat kabar Rusia Kommersant.


Awan asap beracun membumbung di atas kota pesisir Laut Hitam Rusia, Tuapse, setelah serangan terbaru terhadap kilang minyak, sebagaimana terlihat dalam citra satelit yang diambil pada Selasa (28/4/26). (Vantor)
Belum menemukan adanya peningkatan
Mengutip laporan dari kantor berita independen Rusia, Meduza pada Senin (4/5/26), Boyko menyatakan, hingga saat ini otoritas setempat belum menemukan adanya peningkatan jumlah pasien rumah sakit yang tidak wajar pasca insiden tumpahan minyak.
Di sisi lain, seorang ahli ekologi Rusia yang berbicara kepada media investigasi independen Agentstvo mengungkapkan bahwa tumpahan minyak tersebut telah mencemari sekitar 60 kilometer (sekitar 37 mil) garis pantai di sekitar Tuapse. Ia juga menilai upaya pemerintah daerah untuk membersihkan pantai sebelum musim liburan sebagai rencana yang sulit direalisasikan.

