Di lapangan Beong dan Sawang, sukacita paskah satukan pemuda GMIST di Sitaro

Sem Muhaling
Minggu, 19 April 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 19/4/2026 (Sitaro): Senja mulai turun di Lapangan Sense Madunde, Beong, Jumat (17/4/2026). Namun suasana justru semakin hidup. Nyanyian pujian menggema, tawa anak-anak muda bersahutan, dan semangat kebersamaan terasa begitu kental. Di tengah kerumunan itu, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Chyntia Ingrid Kalangit, berdiri menyapa para pemuda GMIST yang merayakan Selebrasi Paskah Resort Siau Barat.
Bagi banyak orang, Paskah mungkin hanya ritual tahunan. Namun di tempat itu, Paskah terasa lebih dari sekadar perayaan. Ia menjadi ruang perjumpaan—antara iman, persahabatan, dan harapan akan masa depan.


Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit(Foto: FB Pemkab Kepulauan Sitaro/Ist)

Dalam sambutannya, Bupati mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada seremoni. Paskah, katanya, adalah panggilan untuk hidup dalam kasih, memperkuat iman, dan menjaga persatuan.
“Pemuda harus menjadi teladan di tengah masyarakat,” pesannya, disambut tepuk tangan jemaat yang memadati lapangan.

Dari Barat ke Timur, Semangat yang Sama
Keesokan harinya, Sabtu (18/4/2026), suasana serupa berpindah ke Lapangan Sepak Bola Sawang, Siau Timur. Langit cerah mengiringi berkumpulnya ratusan pemuda GMIST dalam selebrasi yang tak kalah meriah.
Di sini, pemerintah daerah kembali hadir. Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Sitaro, Eddy S. Salindeho, datang mewakili Bupati, didampingi Novia Tamaka.

Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Eddy S. Salindeho. (Foto: FB Pemkab Kepulauan Sitaro/Ist)


Melalui sambutan yang dibacakan, pesan yang disampaikan tetap sama—bahwa Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi momen untuk merenungkan pengorbanan, kebangkitan, dan kasih yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih dari Sekadar Perayaan
Di antara alunan lagu rohani dan penampilan kreatif pemuda jemaat, terlihat wajah-wajah penuh semangat. Ada yang menari, ada yang menyanyi, ada pula yang sekadar duduk bersama, menikmati kebersamaan.

Di situlah makna Paskah terasa nyata
Bukan hanya tentang ibadah, tetapi tentang bagaimana generasi muda belajar hidup bersama, saling menguatkan, dan menemukan peran mereka di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah pun menaruh harapan besar. Pemuda tidak hanya diharapkan aktif di gereja, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan.

“Torang Samua Basudara”
Di Sitaro, semangat itu terasa sederhana namun kuat: kebersamaan. Dari Beong di Siau Barat hingga Sawang di Siau Timur, pesan yang sama terus bergema—bahwa di tengah perbedaan, pemuda tetap satu dalam iman dan persaudaraan.
Paskah tahun ini mungkin akan berlalu. Lampu panggung akan padam, dan lapangan kembali sepi. Namun bagi para pemuda GMIST, ada sesuatu yang tinggal lebih lama—semangat untuk terus melayani, menjaga persatuan, dan melangkah bersama menghadapi masa depan. Karena pada akhirnya, seperti yang mereka rasakan dalam perayaan itu: iman menyatukan, dan kebersamaan menguatkan.(P-Sem)


Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan