Hunian subsidi Diserbu, PKG catat penjualan 1.000 unit sehari di Bogor

Johanes Christiaan
Rabu, 15 April 2026
Ekonomi KESRA 0 247
2 menit membaca

PRIORITAS, 15/4/2026 (Bogor): Ledakan permintaan hunian terjangkau kembali mengguncang pasar properti nasional. Sebanyak 1.000 unit rumah subsidi di proyek Pesona Kahuripan 12, Cileungsi, Kabupaten Bogor, ludes terjual hanya dalam hitungan jam saat peluncuran pada Minggu (12/4/2026)—menandai kinerja impresif sektor hunian subsidi pada kuartal kedua tahun ini.


Pencapaian ini diraih oleh Pesona Kahuripan Group (PKG), yang sekaligus menggelar akad kredit massal bagi 400 debitur. Selain itu, dilakukan pula survei serentak terhadap 1.000 calon penghuni yang sebelumnya telah melakukan pemesanan unit.

Direktur Utama PKG, Angga Budi Kusuma, mengungkapkan bahwa dari total 1.500 unit yang disiapkan pada proyek ke-12 tersebut, kini hanya tersisa sekitar 100 unit.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami optimistis sisa unit yang ada akan segera terserap pasar dalam waktu singkat,” ujarnya.


Menurut Angga, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari strategi perusahaan yang mengedepankan pembangunan infrastruktur lebih dahulu sebelum mendirikan unit rumah. Fasilitas sosial seperti taman, tempat ibadah, serta sarana pendukung lainnya menjadi prioritas utama.

“Standar kualitas bangunan serta lokasi yang terhubung dengan pusat kota menjadi faktor utama yang menarik minat konsumen,” tambahnya.

Capaian ini juga menjadi bagian dari kontribusi PKG dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejak awal 2026, perusahaan telah mempercepat pembangunan guna memenuhi kebutuhan hunian nasional.

Berdasarkan data internal, total penjualan PKG pada semester pertama 2026 telah mendekati 4.000 unit.

Keberhasilan ini turut mendapat perhatian dari sektor perbankan. Direktur Bank Tabungan Negara (BTN), Hirwandi Gafar, menilai langkah PKG membantu pemerintah dalam memetakan minat dan preferensi lokasi hunian masyarakat secara lebih akurat.

Ia juga mengapresiasi konsistensi pengembang dalam menjaga kualitas bangunan, terutama pada aspek ketahanan struktur dan kelayakan lingkungan.

“Perhatian terhadap kekuatan struktur serta sarana prasarana lingkungan sangat penting, mengingat Indonesia berada di kawasan rawan gempa. Standar fasad dan kelayakan prasarana yang terjaga menjadi poin penting bagi keamanan debitur,” kata Hirwandi. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan