Jelang libur nasional: IKN jadi ruang publik inklusif, KIPP Nusantara siap dikunjungi

Johanes Christiaan
Kamis, 19 Maret 2026
2 menit membaca

Untuk mendukung mobilitas, tersedia layanan shuttle bus listrik yang menghubungkan berbagai titik strategis, serta sejumlah lokasi parkir yang tersebar di kawasan

PRIORITAS, 19/3/2026 (Nusantara): Antusiasme publik terhadap pembangunan ibu kota baru Nusantara direspons terbuka oleh pemerintah. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi membuka akses kunjungan bagi masyarakat selama periode libur panjang nasional di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Kebijakan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara, sekaligus meningkatkan keterlibatan publik dalam proses transformasi ibu kota negara. Dengan dibukanya akses tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal konsep dan progres Nusantara sebagai kota masa depan yang modern, hijau, dan berkelanjutan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan IKN sebagai ruang publik yang inklusif, sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung perkembangan pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa akses menuju kawasan kini semakin terbuka, termasuk melalui jalur tol yang telah difungsikan. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk datang dan melihat langsung perkembangan Nusantara. Seeing is believing,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Sejumlah titik di kawasan KIPP telah disiapkan untuk kunjungan publik, di antaranya Plaza Seremoni, Embung MBH, Bendungan Sepaku Semoi, Taman Kusuma Bangsa, hingga Masjid Negara IKN.

“Kawasan Istana Negara juga dapat dikunjungi dengan pengaturan kapasitas dan aturan berpakaian tertentu,” jelas Troy.

Untuk mendukung mobilitas, tersedia layanan shuttle bus listrik yang menghubungkan berbagai titik strategis, serta sejumlah lokasi parkir yang tersebar di kawasan.

Selain itu, sebanyak 20 tenant UMKM turut meramaikan kawasan dengan berbagai produk lokal, didukung aktivitas seperti permainan rakyat, spot foto budaya, hingga pertunjukan musik.

Fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan, kebersihan, dan pusat informasi juga disiapkan guna memastikan kenyamanan pengunjung. Masyarakat diimbau mematuhi aturan selama berada di kawasan, termasuk larangan merokok di area tertentu dan penggunaan drone tanpa izin.

Otorita IKN berharap, keterbukaan ini dapat memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat untuk memahami pembangunan ibu kota masa depan Indonesia. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025