Menaker targetkan Pemagangan Nasional 2026 merata ke seluruh provinsi

Giovanni Riung
Rabu, 25 Februari 2026
EKBIS 0 397
3 menit membaca

Menaker Siapkan Strategi agar Pemagangan Nasional 2026 Jangkau Semua Provinsi (Humas Kemnaker).

PRIORITAS, 25/2/2026 (Jakarta): Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menargetkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) 2026 menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Pemerintah ingin memastikan peluang magang dan transisi kerja bagi lulusan muda tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, melainkan tersebar merata sesuai potensi industri daerah.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat melakukan monitoring dan evaluasi pemagangan nasional di PT Ecogreen Oleochemicals, Batam, Selasa (24/2/2026).

“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” ujar Yassierli.

Pemetaan Berbasis Sektor Unggulan

Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan penguatan ekosistem magang di daerah. Strateginya dimulai dari pemetaan target setiap provinsi berdasarkan sektor unggulan dan kapasitas industri setempat, serta memperbanyak mitra penyelenggara, baik dari kalangan perusahaan maupun instansi pemerintah.

“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” kata Yassierli.

Ia menegaskan, setiap daerah harus memiliki jumlah mitra aktif, mentor kompeten, serta rencana pembelajaran yang terstruktur agar kualitas tetap terjaga meskipun cakupan program diperluas secara nasional.

Platform Lebih Adil dan Kompetitif

Menaker juga menyoroti pentingnya optimalisasi platform MagangHub agar lebih adil bagi seluruh daerah. Peserta tetap diberikan kebebasan memilih perusahaan tujuan, namun pemerintah akan mendorong agar perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan dan menarik untuk dipilih, khususnya yang memiliki standar pembinaan yang baik.

“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan yang ingin diminati harus menunjukkan komitmen nyata melalui pembelajaran terstruktur dan dukungan fasilitas yang memadai.

Apresiasi Industri Mitra

Dalam kunjungannya, Yassierli mengapresiasi standar pembinaan yang diterapkan PT Ecogreen Oleochemicals. Perusahaan dinilai tidak hanya menjalankan aktivitas industri, tetapi juga membangun jembatan transisi bagi lulusan baru menuju dunia kerja profesional, termasuk dengan penyediaan fasilitas makan dan tempat tinggal bagi peserta.

“Kami mengapresiasi PT Ecogreen Oleochemicals yang telah memberikan standar tinggi dalam pemagangan. Ini adalah contoh konkret kolaborasi pemerintah dan industri untuk menyiapkan fresh graduate menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” kata Yassierli.

Salah satu peserta magang, Radja Ghiffary Al Hakim, lulusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala, mengaku memperoleh peningkatan signifikan baik pada kemampuan teknis maupun keterampilan nonteknis selama mengikuti program.

“Saya merasa beruntung bisa bergabung dalam program magang nasional ini. Keterampilan saya benar-benar terasah dan siap untuk terjun ke dunia kerja profesional,” ujarnya.

Industri sebagai “Laboratorium Pencetak Ahli”

Pada hari yang sama, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor meninjau pelaksanaan MagangHub di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 1, Karawang, Jawa Barat. Ia menegaskan industri harus berperan sebagai “laboratorium pencetak ahli” guna menjembatani kesenjangan antara teori pendidikan dan kebutuhan riil di lapangan.

“Industri bukan lagi sekadar pemakai tenaga kerja, tapi harus menjadi laboratorium pencetak ahli. Kontribusi TMMIN dalam MagangHub ini adalah bukti bahwa kolaborasi nyata bisa memangkas jurang pemisah antara teori sekolah dan kebutuhan pabrik,” ujar Afriansyah.

TMMIN dinilai memiliki ekosistem pengembangan SDM yang matang, mulai dari Vocation Program, Internship Program, hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan jangkauan sekitar 250 orang per tahun. Untuk program MagangHub tahun ini, sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan intensif di Plant 1.

Afriansyah menegaskan, standar pelatihan yang diterapkan TMMIN diharapkan dapat menjadi role model bagi perusahaan manufaktur lain agar kompetensi tenaga kerja meningkat secara merata di tingkat nasional.

Dengan strategi pemerataan berbasis sektor unggulan dan kolaborasi erat antara pemerintah dan industri, Program Pemagangan Nasional 2026 diharapkan mampu memperluas akses kesempatan kerja bagi generasi muda di seluruh provinsi Indonesia. (P-*r/Humas Kemnaker/gr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025