
Cable Laying and Repair Vessel sedang menggelar kabel bawah laut.(Istimewa)PRIORITAS, 12/8/26 (Jakarta): Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terpaksa menyesuaikan target perbaikan kabel optik bawah laut jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Talaud-Halmahera. Pemulihan layanan yang sebelumnya dijadwalkan rampung 11 Agustus kini molor hingga 15 Agustus 2026.

Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini tak lepas dari kendala cuaca ekstrem yang melanda lokasi perbaikan dalam beberapa hari terakhir.
“Kondisi cuaca buruk yang terjadi di lokasi perbaikan pada tanggal 7–9 Agustus 2026 lalu, mengharuskan tim melakukan stop work sementara sebagai langkah keselamatan, yang turut berdampak pada penyesuaian waktu penyelesaian,” ujar Darien kepada CNN Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Menurut Darien, pengambilan keputusan ini berdasarkan evaluasi progres pekerjaan serta kondisi operasional aktual di lapangan. Dengan mempertimbangkan tahapan penyambungan kabel yang masih berlangsung, BAKTI memproyeksikan target link up akan selesai sepenuhnya menjelang akhir pekan ini.

Melansir CNN Indonesia, BAKTI mencatat, gangguan pada jaringan ini berawal dari anomali jalur kabel laut yang terdeteksi akibat aktivitas tektonik. Serangkaian gempa bumi, termasuk gempa bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026 lalu, memicu putusnya sebagian serat optik pada segmen tersebut.
Titik kerusakan terdeteksi berada di kedalaman laut ekstrem. Kedalamannya mencapai sekitar 3.400 meter dengan jarak kurang lebih 95 kilometer dari Terminal Station (TS) Morotai. Kompleksitas kedalaman ini menuntut penggunaan kapal khusus yang berteknologi deep-sea cable laying and jointing.
Meski demikian, BAKTI menegaskan bahwa langkah restorasi ini merupakan tindakan preventif guna mencegah potensi gangguan yang lebih luas, bukan akibat putus total jaringan.
Kendala teknis ini berdampak langsung pada konektivitas telekomunikasi di tiga kabupaten kepulauan di Provinsi Sulawesi Utara, yakni:
Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran komunikasi warga, BAKTI mengoptimalkan 286 titik layanan akses internet eksisting dengan dukungan kapasitas satelit SATRIA-1.
Rinciannya meliputi 106 titik di Kepulauan Sangihe, 48 titik di Kepulauan Sitaro, serta 132 titik di Kepulauan Talaud. Layanan cadangan ini disiagakan agar aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan tetap berjalan normal selama proses perbaikan berlangsung. (P-CNN Ind/sm)

