Mobil-mobil yang terparkir di pinggir jalan tertutup salju tebal akibat bafai musim dingin di Amerika Serikat.(@davidlwagner4)PRIORITAS, 2/2/26 (Washington): Cuaca dingin ekstrem yang melanda Amerika Serikat bagian selatan, telah menyebabkan 136 orang tewas akibat hipotermia dan kecelakaan akibat salju.
Menurut data yang diperoleh Beritaprioritas.com dari Weather Fatalities, hari Senin (2/2/2026), jumlah korban tewas akibat badai musim dingin sejak dua pekan lalu itu, kemungkinan masih akan bertambah.
Sejumlah negara bagian masih menelusuri tempat-tempat tertutup salju dan lokasi lain yang kemungkinan terdapat korban meninggal akibat kedinginan.
Disebutkan sebanyak 23 orang tewas di Tennessee, 16 di Mississippi, 15 di New York, 14 di Kentucky, 11 di Texas,
9 di Indiana sama dengan di Louisiana, 6 di Maine (+1 Orang masih hilang), 5 di Pennsylvania, 4 di South Carolina, 4 di Virginia, 3 di Arkansas, 3 di Illinois.
Sedangkan Iowa, Massachusetts, Michigan dan Ohio masing-masing melaporkan 2 orang tewas. Sisanya di Kansas, Maryland, Missouri, New Jersey, North Carolina dan di Oklahoma masing-masing 1 orang tewas.
Dua kematian yang awalnya dilaporkan di Tennessee dan South Carolina dipastikan tidak terkait dengan cuaca setelah penyelidikan lebih lanjut.
Jumlah korban jiwa di negara bagian yang tercantum di sini meningkat karena adanya laporan kematian baru.
Berbagai penyebab
Media ABC News sebelumnya melaporkan, banyak orang yang tewas akibat cuaca dingin ekstrem akibat gelombang udara dingin Arktik dan kemungkinan kondisi badai salju masih mungkin terjadi.
Potensi badai nor-easter mengancam wilayah Tenggara dengan hembusan udara dingin Arktik dan kondisi badai salju.
Korban jiwa akibat cuaca buruk disebabkan hipotermia, dugaan keracunan karbon monoksida, dan kecelakaan yang melibatkan mobil, kereta luncur, dan mesin pembersih salju, di antara penyebab lainnya.
Di Mississippi, total kematian akibat cuaca musim dingin yang ekstrem menjadi 16 orang, dengan suhu yang sangat dingin diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan.
Departemen Kesehatan Tennessee mengkonfirmasi terdapat banyak kematian akibat suhu dingin di tengah pemadaman listrik yang meluas.
Lebih dari 93.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik di seluruh negara bagian pekan lalu.
Para pejabat di Nashville mengatakan listrik mungkin tidak akan sepenuhnya pulih hingga akhir pekan atau bahkan lebih lama.
Louisiana melaporkan kematian kesembilan terkait badai musim dingin.
“Seorang pria berusia 74 tahun yang meninggal karena hipotermia di rumahnya setelah pemadaman listrik yang berkepanjangan,” kata departemen kesehatan negara bagian tersebut.
Texas juga melaporkan beberapa korban jiwa terkait badai musim dingin — termasuk tiga bersaudara yang meninggal setelah jatuh melalui es ke dalam kolam.
Selain itu terdapat dua gadis remaja yang meninggal setelah kereta luncur mereka, yang ditarik Jeep Wrangler, menabrak trotoar dan bertabrakan dengan pohon, kata pihak berwenang.
Badai salju potensial sedang menuju ke wilayah Tenggara, diperkirakan akan berdampak pada Carolina, Georgia, Virginia dan Tennessee.

Sejumlah mobil terjebak di salju pinggiran jalan raya setelah mengalami kecelakaan akibat badai dingin menghantam Amerika Serikat.(@maalnews)
Tewas di luar ruangan
Di Kota New York 15 orang dilaporkan meninggal dan setidaknya 10 orang ditemukan tewas di luar ruangan, kata para pejabat.
Media New York Daily News meliris kritik meningkat atas cara Walikota Mamdani menangani tunawisma selama krisis.
“Kami telah diberitahu mereka (semuanya) meninggal di luar ruangan sejak awal gelombang dingin ini”, kata Mamdani.
Kematian terkait cuaca telah terjadi di kelima wilayah kota. Usia 10 korban pertama berkisar antara 40 hingga 90 tahun, kata para pejabat.
Lebih dari setengah dari korban jiwa terjadi pada 24 Januari, saat kota bersiap menghadapi badai salju dan cuaca dingin ekstrem.
Wali kota berjanji untuk bergerak cepat terutama terus berupaya untuk menampung warga New York yang tunawisma.
Sebanyak 860 orang telah ditempatkan di tempat penampungan dan tempat aman selama cuaca dingin ekstrem saat ini.
Seorang korban ditemukan tergeletak di tanah di luar Rumah Sakit St. Barnabas, kata para pejabat.
Korban lainnya ditemukan tewas di bangku di Queens, beberapa jam setelah ia membeli selai kacang dari Key Food di dekatnya di Francis Lewis Blvd. dekat 35th Ave. di Flushing.
Dengan meningkatnya jumlah korban jiwa, kritik semakin meningkat terhadap cara Walikota Mamdani menangani perkemahan tunawisma di kota tersebut.
Meskipun pemerintahan Adams memprioritaskan pembersihan perkemahan, Mamdani mengatakan pada bulan Desember ia akan menghentikan penggusuran perkemahan tersebut.
Juru bicara Balai Kota, Dora Pekec, mengatakan kepada The New York Times pada hari Jumat, “tidak satu pun dari individu-individu ini berada di perkemahan pada saat kematian mereka.”(P-Jeffry W)