Kualitas laga jadi alasan wasit asing hadir di Super League

Khalied Malvino
Kamis, 22 Januari 2026
BOLA 0 425
2 menit membaca

PRIORITAS, 22/1/26 (Jakarta): Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa memastikan kehadiran wasit asing kembali mewarnai putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Langkah ini melanjutkan skema serupa yang sudah diterapkan pada paruh pertama musim.

Sejumlah wasit asing sebelumnya sudah memimpin laga Super League musim ini. Nama-nama seperti Muhammad Taqi asal Singapura, Nadjafaliev Asker dari Uzbekistan, Muhammad Nazmi dari Malaysia, hingga Ko Hyung-jin dari Korea Selatan sempat ditugaskan.

“Sebenarnya bukan hanya wasit asing, namun kami perlu mengundang wasit-wasit berkualitas dari luar negeri. Bagaimanapun, kita perlu memahami, kami perlu untuk meminta mereka mengerti, karena wasit-wasit papan atas Asia juga sibuk memimpin di ACLE (AFC Champions League Elite), ACL 2,” kata Ogawa saat ditemui di GBK Arena, Jakarta, Rabu (21/1/26).

Meski begitu, Ogawa menegaskan kepercayaan terhadap kualitas wasit lokal tetap menjadi prioritas. Penunjukan pengadil dalam negeri terus dilakukan sepanjang kompetisi berjalan.

“Namun pada prinsipnya, sekarang kami memiliki kepercayaan kepada beberapa wasit lokal. Itulah mengapa sebisa mungkin kami semestinya menunjuk wasit lokal (untuk memimpin pertandingan-pertandingan),” lanjutnya.

Ia juga menyinggung kehadiran Yamamoto Yudai yang saat ini berstatus sebagai wasit asing penuh waktu di Indonesia. Ogawa menilai Yamamoto mampu memberi standar keputusan yang baik di lapangan.

“Sekarang juga ada Yamamoto Yudai yang menjadi wasit asing penuh waktu. Itulah mengapa kami juga percaya ia dapat memberikan keputusan berkualitas di atas lapangan. Tapi ya, kami tetap mengundang wasit asing yang benar-benar merupakan wasit berkualitas,” tutur Ogawa.

Di sisi lain, Ogawa mengakui masih terjadi kesalahan keputusan, baik di Super League maupun Championship. Namun Komite Wasit tidak memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi disiplin terhadap wasit.

“Tanggung jawab kami adalah mengatur penunjukan. Mengatur pengkategorian wasit. Mengatur lisensi wasit di bawah Komite Wasit. Namun kami tidak memiliki hak untuk menghukum wasit,” tegas Ogawa.

Ia mencontohkan insiden tendangan sudut dalam laga Garudayaksa kontra Bekasi City pada Championship 10 Januari lalu, yang menuai sorotan publik.

“Menghukum berarti melanggar beberapa hal dalam hukum. Hukuman itu ada di bawah Komite Disiplin. Itulah mengapa, jika kami menyadari adanya kesalahan besar, berarti kami perlu menghentikan penunjukan (wasit itu),” tambahnya.

Ogawa menegaskan Komite Wasit tetap memiliki kewenangan mengistirahatkan wasit tertentu. Namun kebijakan tersebut tidak dipublikasikan ke ruang publik.

“Pada prinsipnya kami tidak perlu publikasi. Jika kami selalu memublikasikannya (penghentian penunjukan wasit), maka tidak seorang pun mau menjadi wasit,” pungkasnya. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025