Warga Rusia mulai berani marah ke Presiden Putin karena mereka semakin susah

Jeffry Wuisan
Sabtu, 20 Desember 2025
4 menit membaca

PRIORITAS, 20/12/25 (Moskow): Banyak warga Rusia semakin berani memarahi dan mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin, karena mereka jatuh miskin dan susah mencari biaya hidup, akibat perang hampir empat tahun dengan Ukraina.

Dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung televisi itu dengan judul “jalur langsung” ke Presiden, Putin tampak canggung menjawab serangan bertubi-tubi rakyatnya, baik yang bertanya lewat telepon maupun mengirim pesan teks kepadanya.

“Mengapa orang biasa (warga Rusia) hidup lebih buruk daripada orang Papua (warga Papua Nugini)?” keluh seorang pemirsa Rusia, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Sabtu (20/12/25).

Banyak tanggapan frustrasi dari warga Rusia mewarnai konferensi pers maraton meski dikendalikan pihak Kremlin.

Presiden berusia 73 tahun itu coba menyampaikan pidato akhir tahunnya dengan cara menjawab pertanyaan langsung dari rakyatnya. Namun ia tidak menduga akan mendapat serangan kemarahan.

Seorang ibu dari enam anak, seorang asisten taman kanak-kanak, mengatakan dirinya saat ini sangat bekerja keras dan harus melakukan beberapa pekerjaan tambahan di samping suaminya seorang sopir, untuk memenuhi biaya hidup dan inflasi di Rusia.

Ia mengatakan keluarganya telah jatuh miskin dan telah kehilangan semua tunjangan. “Kami menginginkan lebih banyak bantuan dari pemerintah,” katanya.

Seorang mahasiswi kedokteran mengungkapkan kekhawatirannya tentang memulai keluarga di Rusia, karena gaji para ahli muda sangat kecil dan itu tidak memungkinkan membangun keluarga dengan layak. “Kita kehilangan para ahli muda,” katanya.

Presiden Putin malah menanggapi dengan enteng.

“Mendapatkan pendidikan atau memulai karier seharusnya bukan alasan untuk menunda pernikahan atau memiliki anak”, jawabnya, sebuah tanggapan yang tampaknya menunjukkan Putin tidak memahami realitas yang dihadapi warganya.

Presiden Rusia, Vladimir Putin tampak tegang menjawab serangan dari publik dalam konferensi pers langsung di Moskow.(@malcomx)

Sarkastik

Terlepas dari sensor dan sifat acara yang sangat terencana, media global berhasil menangkap beberapa komentar sarkastik, kasar dan mengejek serta kritik yang muncul.

Salah satu pesan teks yang muncul di layar TV selama acara tersebut, menggambarkan siaran ‘Direct Line’ tersebut “bukan jalur langsung (ke Putin), tetapi sirkus”.

Komentar pada siaran langsung yang dipantau media The Independent, banyak  mengecam Putin dan para pemimpin Rusia lainnya karena tinggal di “rumah mewah”, sementara rakyat biasa berjuang dengan kenaikan harga dan kemiskinan.

Presiden Putin kemudian menjawab pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya tentang kesederhanaan gaya hidupnya, dengan menyatakan ia hanya tinggal di sebuah apartemen sederhana.

”Vladimir Vladimirovich (Vladimir Putin), ini sudah hari Jumat – bisakah kita mengeluarkan minuman beralkohol?” sindir seorang penonton yang kurang ajar.

Dua pesan lainnya mengeluhkan pemadaman internet dan air berwarna karat di kota Saransk.

Warga lain melakukan target serangan kritik ke badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, yang bertanggung jawab dalam membatasi akses ke platform termasuk WhatsApp, YouTube, Snapchat, dan Roblox. “Blokir Roskomnadzor itu sendiri!” tulis orang tersebut.

 

Putin gelisah

Para anaiis menilai kegelisahan presiden Rusia terlihat jelas dan peningkatan kekakuan nada bicara selama acara tersebut.

“Ketidaknyamanan Putin yang jelas terlihat dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan ini menggambarkan dengan sempurna tekanan yang dialami rezim tersebut, seiring dengan semakin intensifnya masalah ekonomi,” kata direktur program Ukraina PeaceRep, Dr. Lee Cooper.

Direktur di lembaga kajian kebijakan luar negeri London School of Economics, LSE Ideas itu, menilai terlepas dari sikap keras kepala Putin yang tampak dalam perundingan untuk mengakhiri perang, hal itu terbukti sangat merugikan Rusia dan posisinya dalam ekonomi global.

Ia meragukan rezim Rusia dan masyarakat Rusia secara lebih luas memiliki kemampuan untuk memperbaiki arah dalam menghadapi kesulitan yang semakin meningkat di ‘dalam negeri’.

Penduduk Rusia merasa cemas tentang standar hidup, namun Putin meremehkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi Rusia.

“Presiden Putin lebih mementingkan pertahanan militer di atas semua sektor lainnya,” kata seorang profesor hubungan internasional di Universitas Keele, Dr. Bulent Gokay.

“Kita tahu bahwa ekonomi Rusia sedang menderita. Inflasi mencapai 8 persen, suku bunga 16 persen, pertumbuhan melambat, defisit anggaran melonjak, pendapatan riil anjlok, dan pajak konsumen meningkat”, paparnya.

Namun Dr. Gokay menambahkan Putin justru menyajikan hal ini sebagai sesuatu yang positif.

Ia berusaha meyakinkan rakyat dengan menyebut ekonomi Rusia stabil dan membandingkannya secara positif dengan pertumbuhan lambat di Eropa.

Putin mengakui pertumbuhan memang lambat, tetapi membingkainya sebagai pilihan strategis untuk menjaga kualitas ekonomi dan stabilitas makroekonomi.

“Namun, saya ragu penjelasan ini sepenuhnya meyakinkan rakyat Rusia,” tambah Dr. Gokay.

Putin telah mendominasi politik di Rusia sejak tahun 1999, tetapi telah mengisolasi negara itu dengan beberapa kebijakannya, terutama perang dengan Ukraina yang sudah memasuki tahun keempat.

Selama sesi media yang berlangsung selama empat setengah jam itu, pemimpin Rusia tersebut memberikan nasihat tentang mencintai ibu, memulai keluarga di usia muda, Tuhan, alien, serta persamaan dan perbedaan antar agama.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025