Wamenpar: Pariwisata harus lindungi ekosistem laut demi masa depan berkelanjutan

Johanes Christiaan
Sabtu, 31 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 31/1/2026 (Bali): Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Informasi yang diperoleh dari Kementerian Pariwisata, Sabtu (31/1/2026) menyebut, pernyataan Wamenpar Ni Luh ini disampaikannya dalam forum internasional Bali Ocean Days 2026 di Jimbaran Convention Center, InterContinental Bali Resort, Jumat kemarin.

Wamenpar menekankan bahwa pariwisata Indonesia kini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi pada perlindungan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di 10 Destinasi Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif.

Ia menegaskan bahwa prinsip pariwisata berkelanjutan telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui UU No. 18/2025 tentang Pariwisata, RIPPARNAS, serta Permenpar No. 9/2021 tentang Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, yang mengadopsi standar Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Implementasinya didukung melalui program sertifikasi SERTIDEWI yang telah diterapkan pada lebih dari 45 desa wisata dan dua destinasi.

Wamenpar juga menyoroti penguatan ekonomi biru sebagai strategi nasional, mengingat 70 persen wilayah Indonesia merupakan laut. Ekonomi bahari Indonesia tercatat menyumbang sekitar 5,9 miliar dolar AS pada 2024, dengan lebih dari 2.000 desa pesisir telah mengembangkan wisata bahari.

Meski demikian, persoalan limbah dan sampah laut masih menjadi tantangan utama. Wamenpar menyampaikan bahwa penyelesaiannya memerlukan kerja lintas kementerian dan pemerintah daerah, termasuk program bersih laut sejak 2025 serta rencana pembangunan proyek waste-to-energy oleh Danantara di tiga daerah, dengan Bali memulai pembangunan pada Maret 2026.

Untuk menjaga kualitas wisata bahari, Kemenpar memperkuat manajemen destinasi berbasis risiko, meningkatkan kebersihan melalui Gerakan Wisata Bersih, dan memperkuat standar keselamatan selam bersama Divers Alert Network. Selain itu, peluncuran Wonderful Indonesia Diving Directory dilakukan untuk menyediakan informasi penyelaman yang kredibel dan mendukung konservasi.

Wamenpar juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM pariwisata melalui sertifikasi dan pelatihan profesional.

“Bali Ocean Days bukan sekadar forum diskusi, tetapi seruan untuk bertindak—menjaga ekosistem laut dan memberdayakan masyarakat pesisir sebagai garda terdepan kekayaan bahari Indonesia,” tegasnya. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025