UNG buka layanan disabilitas, kampus inklusif kini bukan sekadar slogan

Sem Muhaling
Kamis, 20 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 19/8/26 (Gorontalo): Universitas Negeri Gorontalo, atau UNG, kini memiliki unit layanan disabilitas. Kampus tersebut memperkuat komitmen membangun pendidikan tinggi yang setara dan inklusif.

Kota Gorontalo menjadi lokasi peresmian unit layanan tersebut pada Rabu (19/8/2026). Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok meresmikan unit layanan itu sebagai langkah strategis kampus.

Menurut Eduart, UNG ingin membangun lingkungan kampus yang semakin aksesibel. Selain itu, kampus juga berupaya merespons keberagaman kebutuhan mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas.

Karena itu, unit layanan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai layanan administratif. UNG menyiapkannya sebagai pusat dukungan bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Siapkan dukungan bagi mahasiswa disabilitas

Eduart mengatakan layanan tersebut harus memastikan kesempatan pendidikan yang sama bagi seluruh mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa penyandang disabilitas dapat mengikuti proses pendidikan secara lebih optimal.

“Layanan disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif,” kata Eduart. Ia berharap unit tersebut berkembang menjadi pusat dukungan yang komprehensif.

Pusat layanan itu nantinya menyediakan dukungan akademik dan pendampingan bagi mahasiswa. Selain itu, layanan tersebut menyediakan berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas.

Dengan dukungan tersebut, UNG ingin mengurangi berbagai hambatan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan akademik. Kampus juga ingin memastikan mahasiswa dapat berpartisipasi dalam kehidupan kampus.

Harus memberi ruang bagi semua

Eduart menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pembelajaran. Menurutnya, perguruan tinggi juga harus menciptakan lingkungan yang memberi ruang bagi setiap individu.

Setiap mahasiswa memiliki potensi yang dapat berkembang melalui lingkungan pendidikan yang tepat. Karena itu, kampus perlu menyediakan dukungan sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa.

Keberadaan layanan disabilitas menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman. Langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya UNG mencegah hambatan bagi mahasiswa dalam belajar.

Dengan demikian, layanan disabilitas tidak hanya berorientasi pada fasilitas fisik. Layanan tersebut juga mencakup dukungan akademik, pendampingan, serta akses terhadap informasi.

Terbuka untuk masyarakat Gorontalo

Menariknya, unit layanan tersebut tidak hanya melayani sivitas akademika UNG. Masyarakat di Provinsi Gorontalo juga dapat memanfaatkan layanan tersebut.

Masyarakat dapat memperoleh informasi, konsultasi, dan dukungan terkait layanan disabilitas. Dengan kebijakan itu, UNG memperluas manfaat unit layanan hingga ke luar lingkungan kampus.

Eduart mengatakan keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG di tengah masyarakat. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan.

Sebaliknya, UNG juga ingin hadir memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas. Termasuk di dalamnya masyarakat penyandang disabilitas yang membutuhkan informasi dan dukungan.

Kampus inklusif jadi ekosistem setara

Melansir Antara News, kehadiran unit layanan disabilitas menunjukkan upaya UNG membangun kampus yang lebih inklusif. Selain itu, layanan tersebut dapat menjadi penghubung antara kebutuhan mahasiswa dan dukungan institusi.

Melalui layanan yang terarah, mahasiswa penyandang disabilitas memiliki ruang konsultasi dan pendampingan. Pada saat yang sama, kampus dapat memahami kebutuhan aksesibilitas secara lebih baik.

Langkah UNG tersebut juga memperluas makna pendidikan yang setara. Kampus tidak hanya membuka akses masuk, tetapi juga berupaya mendukung mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Dengan demikian, layanan disabilitas menjadi bagian dari pembangunan lingkungan akademik yang lebih responsif. UNG berharap seluruh mahasiswa dapat belajar, berkembang, dan berpartisipasi tanpa menghadapi hambatan yang tidak perlu. (P-*Ant/sm) 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025