
Personel Polres Pohuwato melakukan pemasangan garis polisi di sekitar lokasi insiden tanah longsor di kawasan pertambangan emas tanpa izin Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. (‘Courtesy’ Antara/HO-Humas Polda Gorontalo)PRIORITAS, 15/08/26 (Pohuwato): Tragedi kembali terjadi di kawasan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Lereng bukit di kawasan tambang emas ilegal Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, longsor pada Rabu (12/8) sekitar pukul 17.30 Wita.

Enam warga berada di lokasi saat bencana terjadi. Lima orang meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka-luka.
Korban yang terluka langsung mendapat penanganan medis di rumah sakit. Sementara itu, petugas bersama masyarakat mengevakuasi korban meninggal.
Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Marupa Sagala membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, petugas langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai longsor di kawasan PETI tersebut.

“Data awal yang kami terima, ada enam orang korban. Lima ditemukan meninggal dunia, dan satu orang mengalami luka-luka,” kata Sagala di Gorontalo, Jumat (14/8).
Petugas kemudian menyerahkan seluruh korban yang ditemukan kepada keluarga masing-masing.
Polisi juga menghentikan aktivitas pertambangan di lokasi. Personel Satreskrim Polres Pohuwato memasang garis polisi untuk mencegah warga kembali masuk.
Namun, polisi belum dapat menyelesaikan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Longsor susulan masih terjadi di kawasan tersebut. Kondisi itu membuat petugas mempertimbangkan keselamatan saat melakukan pemeriksaan.
Polisi sementara menghentikan proses identifikasi dan olah TKP sampai kondisi lokasi lebih aman.
Petugas juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Polda Gorontalo menyebut belum menerima laporan warga mengenai anggota keluarga yang hilang setelah longsor.
Karena itu, kepolisian memperkirakan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material longsor.
Sagala mengatakan polisi terus memantau kondisi kawasan tambang tersebut. Petugas juga melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan penyebab longsor.
Polda Gorontalo bersama jajaran sebelumnya telah melakukan penertiban aktivitas PETI di Kabupaten Pohuwato.
Meski demikian, kejadian ini menunjukkan masih ada warga yang menjalankan aktivitas pertambangan secara sembunyi-sembunyi.
Melansir Antara News, polisi kini menempatkan keselamatan warga dan petugas sebagai perhatian utama. Aktivitas di lokasi tambang ilegal tersebut pun dihentikan sementara. (P-*Ant/sm)

