
Gubernur Banten Andra Soni (tiga dari kiri) memberikan konferensi pers penghentian operasi SAR KM Arupadhatu 1 yang hilang beserta delapan penumpangnya di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/26) kemarin. (Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo)PRIORITAS, 18/9/26 (Pandeglang, Banten): Secara resmi, kegiatan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dihentikan, setelah berlangsung selama 10 hari.
Gubernur Banten Andra Soni secara resmi mengumumkan langsung penutupan operasi SAR gabungan tersebut dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang (17/9/26) kemarin.
“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” kata dia, dikutip media.
Tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban
Gubetnur Andra memaparkan bahwa sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Juga termasuk operasi hari terakhir (ke-10) kemarin, dimana tim SAR gabungan tidak berhasil menemukan objek yang dicari walaupun 523 personel SAR gabungan dilibatkan untuk penyisiran di darat, laut bahkan udara dengan luas jangkauan mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi.
Memang sebelumnya tim SAR menemukan material sebanyak 13 objek terapung di laut selama operasi berlangsung. Namun lagi, kata dia, setelah diverifikasi oleh Ditpolairud Polda Banten dan dipastikan seluruhnya tidak terhubung dengan fisik maupun kelengkapan KM Arupadatu I.
Dibuka kembali sewaktu-waktu bila ada petunjuk
Meski demikian, pemerintah daerah beserta Basarnas memastikan operasi pencarian dan evakuasi dapat dibuka kembali sewaktu-waktu apabila ditemukan petunjuk baru atau laporan terkonfirmasi dari masyarakat.
Pada kesempatan itu, demikian Antara memberitakan, Gubernur Banten turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur tim SAR gabungan serta insan pers yang terus mengawal pemberitaan dan pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut.
“Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terimakasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini,” kata Andra Soni, sekaligus menutup konferensi pers. (P-*/se)