Tonton Youtube BP

Suara Indonesia di Belém: Hashim tegaskan transformasi energi harus menguntungkan rakyat

Wilson Lumi
7 Nov 2025 09:17
2 minutes reading

PRIORITAS, 7/11/2025 (Jakarta): Belém menjadi panggung penting bagi Indonesia pada awal November 2025. Di kota yang menjadi jantung diskusi perubahan iklim dunia itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Belém Leader Summit—forum pemimpin global yang digelar menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30).

Dalam forum tersebut, Hashim menggarisbawahi satu pesan utama: transformasi energi Indonesia harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Bukan hanya sekadar memenuhi target global, namun memastikan transisi menuju energi bersih bisa memperkuat ketahanan energi nasional dan membuka peluang ekonomi bagi rakyat.

“Pemerintah bergerak cepat mengurangi ketergantungan pada batu bara, memperluas energi terbarukan dan biofuel, serta mendorong penggunaan biodiesel dan bioetanol,” ujar Hashim dalam keterangannya diterima di Jakarta, Jumat (7/11/25).

“Tujuannya sederhana namun vital: memastikan transformasi energi memberikan manfaat bagi setiap warga negara,” tambahnya tegas.

Komitmen itu tampak dari sejumlah kebijakan strategis yang baru saja diterbitkan Presiden Prabowo. Di antaranya, Perpres 109 tentang Energi Sampah yang mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber listrik, serta Perpres 110 tentang Nilai Ekonomi Karbon yang menjadi fondasi pembiayaan dekarbonisasi dan pengendalian emisi gas rumah kaca.

Indonesia juga memperkuat agenda besar sektor kehutanan melalui program FoLU Net Sink 2030, yang menargetkan pengurangan bersih emisi karbon sebesar 92—118 juta ton CO₂ pada 2030. Program ini tetap menjadi pilar utama komitmen iklim nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Hashim hadir bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, menunjukkan bahwa isu transisi energi bukan hanya urusan satu lembaga—tetapi kerja bersama lintas sektor.

Dilansir LKBN Antara, Belém Leader Summit yang berlangsung 6–7 November 2025 mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas upaya kolektif melawan perubahan iklim. Di antara diskusi intens dan tuntutan global yang semakin tinggi, Indonesia membawa narasi optimistis: transisi energi tidak boleh menghambat pembangunan, dan pembangunan tidak boleh lagi merusak lingkungan.

Dengan komitmen kebijakan baru, diplomasi yang lugas, dan visi keberlanjutan yang semakin tegas, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang siap memasuki babak baru energi bersih—tanpa meninggalkan kepentingan rakyat yang menjadi fondasi utamanya. (P-*/bwl)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x