Setahun kepemimpinan YSK Victory: Evaluasi capaian, masukan, dan arah pembangunan

Johanes Christiaan
Minggu, 22 Februari 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 22/2/2026 (Manado): Satu tahun kepemimpinan Yulius Selvanus Komaling dan Johannes Victor Mailangkay (YSK Victory) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat sorotan positif sekaligus catatan konstruktif dari berbagai kalangan.

Ketua Beta Gibran Sulawesi Utara dan Advokat Peradi Manado, Erick Mongisidi, merangkum sepuluh capaian utama yang dianggap menjadi fondasi awal pemerintahan YSK Victory dalam mendorong pembangunan Bumi Nyiur Melambai.

Menurut Erick, sepuluh poin tersebut meliputi, penyelesaian RTRW Sulut, penyediaan listrik 24 jam di tujuh pulau, pertumbuhan ekonomi 5,66 persen, kenaikan UMP 6,01 persen, juga pembukaan fakultas kedokteran dan pertanian di Universitas Negeri Manado (UNIMA). Selain itu, kerja sama investasi dengan INA Grup Jepang, penyelenggaraan Kejurnas Panahan Piala Gubernur 2026, peringatan Peristiwa Merah Putih pertama kali di Lapangan KONI, akreditasi A dari BPK RI untuk bidang diklat pemeriksaan, dan respon cepat terhadap bencana di Siau dan Sitaro.

Dikatakan Erick, aspek positif yang perlu diapresiasi, yakni pembangunan infrastruktur dan tata ruang. Erick menilai penyelesaian RTRW Sulut setelah tujuh tahun tertunda merupakan langkah strategis yang membuka jalan bagi pengembangan wilayah secara terencana dan berkelanjutan. Penyediaan listrik 24 jam di beberapa pulau juga dianggap meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat potensi ekonomi lokal berbasis kepulauan.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi 5,66 persen serta kenaikan UMP 6,01 persen dinilai sebagai sinyal membaiknya kondisi ekonomi Sulut. Erick menyebut kerja sama investasi dengan INA Grup Jepang berpotensi meningkatkan aktivitas sektor produktif dan menciptakan lapangan kerja baru.

Selanjutnya, penguatan SDM dan identitas kebangsaan. Pembukaan fakultas kedokteran dan pertanian di UNIMA disebut menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, penyelenggaraan Kejurnas Panahan Piala Gubernur dan peringatan Peristiwa Merah Putih turut memperkuat semangat nasionalisme serta pembinaan prestasi olahraga.

Yang tidak kalah pentingnya juga adalah tata kelola dan ketanggapan pemerintah. Akreditasi A dari BPK RI pada bidang diklat pemeriksaan menunjukkan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Di sisi lain, respon cepat terhadap bencana di Siau dan Sitaro menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap keselamatan dan pemulihan masyarakat.

Pada bagiann lain, Erick memberikan masukan kritis yang konstruktif, diantaranya menyangkut kelanjutan program dan pemerataan manfaat. Erick mengingatkan bahwa penyediaan listrik 24 jam yang saat ini baru menjangkau tujuh pulau perlu diperluas ke wilayah lain yang masih kekurangan pasokan energi. Implementasi RTRW juga membutuhkan pengawasan yang ketat agar pemanfaatan ruang tidak menyimpang dari perencanaan.

Erik juga mengkritis bidang keterbukaan data ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan kenaikan UMP dinilai perlu dilengkapi data sektoral serta distribusi manfaatnya bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan warga desa yang rentan tidak tersentuh pertumbuhan ekonomi makro.

Bidang lain, katanya, yakni optimalisasi kerja sama investasi. Kerja sama dengan INA Grup Jepang perlu dijabarkan dalam bentuk rencana konkret, termasuk jenis investasi, nilai proyek, dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, serta mekanisme pengawasan agar manfaatnya merata.

Catatan lain soal pengembangan sektor unggulan daerah. Potensi besar Sulut di sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan harus dikelola dengan strategi terpadu agar menjadi motor pertumbuhan jangka panjang dan menghadirkan nilai tambah berkelanjutan.

Yang terakhir, yang perlu diperhatikan adalah peningkatan partisipasi publik. Erick menekankan pentingnya ruang partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan agar program-program pemerintah lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lokal.

Erick menyimpulkan bahwa satu tahun kepemimpinan YSK Victory menunjukkan arah pembangunan yang progresif. Sejumlah capaian strategis di bidang tata ruang, energi, pertumbuhan ekonomi, pendidikan, hingga tanggap bencana menjadi modal kuat bagi pemerintahan Sulut untuk melangkah ke fase berikutnya.

Meski demikian, ia menekankan perlunya memperluas dampak pembangunan agar lebih merata, termasuk peningkatan akses energi ke seluruh pulau, pendalaman data ekonomi, penguatan sektor unggulan, serta tindak lanjut konkret kerja sama investasi luar negeri. Partisipasi masyarakat juga menjadi elemen penting untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif.

“Fondasinya sudah terbentuk. Kini yang diperlukan adalah keberlanjutan program dan pemerataan manfaat agar pembangunan Sulut benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tutupnya. (P-Deon Y. Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025