Serangan “drone” Iran di pelabuhan sipil Kuwait tewaskan Tentara AS

Zamir Ambia
Rabu, 4 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 4/3/26 (Jakarta): Pusat operasi yang menjadi sasaran serangan drone Iran hingga menewaskan enam tentara Amerika pada Minggu (1/3/26), dilaporkan berada di kawasan inti pelabuhan sipil di Kuwait, beberapa mil dari pangkalan utama Angkatan Darat, berdasarkan citra satelit serta keterangan seorang pejabat Amerika Serikat.

Suami dari salah satu tentara yang tewas—anggota unit logistik dan suplai yang berbasis di Iowa—mengungkapkan kepada The Associated Press pada Selasa (3/4/26), fasilitas tersebut hanya berupa bangunan bergaya kontainer pengiriman dan tidak dilengkapi sistem pertahanan.

Informasi yang sebelumnya diberitakan CNN dan CBS News itu memunculkan pertanyaan mengenai langkah pengamanan militer AS ketika, bersama Israel, melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian membalas melalui serangan balasan ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Kuwait. Presiden Donald Trump serta pejabat pertahanan senior menyatakan kemungkinan korban dari pihak Amerika masih dapat bertambah.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Senin (2/3/26) menyampaikan enam prajurit Amerika tewas di sebuah pusat operasi taktis setelah sebuah proyektil berhasil menembus sistem pertahanan udara.

Sehari kemudian, Pentagon mengonfirmasi serangan tersebut merupakan serangan drone di Pelabuhan Shuaiba saat mengumumkan identitas empat dari enam prajurit yang gugur.

Gambar yang disediakan oleh Planet Labs PBC ini menunjukkan sebuah Pusat Operasi Taktis di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, pada Senin, 2 Maret 2026, tempat anggota militer Amerika Serikat tewas pada Minggu (1/3/26), dalam serangan Iran. (apnews.com)

Citra satelit yang ditinjau dari apnews.com, menunjukkan bangunan utama di kompleks pusat operasi di Pelabuhan Shuaiba hancur dan mengeluarkan asap hitam. Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya memastikan lokasi tersebut merupakan titik serangan drone pada Minggu (1/3/26).

Fasilitas itu berada di kawasan pelabuhan industri di selatan Kuwait City, lebih dari 10 mil dari pangkalan militer Camp Arifjan, serta dekat dermaga kapal dagang dan dikelilingi tangki penyimpanan minyak, kilang, dan pembangkit listrik.

Pentagon telah mengidentifikasi korban

Serangan drone Iran terhadap pusat operasi taktis di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, menewaskan enam prajurit Amerika Serikat. Pentagon telah mengidentifikasi empat korban, yakni Capt. Cody A. Khork (35), Sgt. 1st Class Noah L. Tietjens (42), Sgt. 1st Class Nicole M. Amor (39), serta Sgt. Declan J. Coady (20). Keempatnya merupakan anggota Army Reserve 103rd Sustainment Command yang bermarkas di Iowa dan bertugas dalam unit logistik serta dukungan operasi militer.

Sementara itu, dua prajurit lainnya yang juga tewas dalam serangan tersebut belum diumumkan identitasnya karena proses pemberitahuan kepada keluarga masih berlangsung.

Setelah laporan media mengenai pusat operasi tersebut muncul, juru bicara utama Pentagon Sean Parnell menyatakan, fasilitas aman itu telah diperkuat dengan dinding setinggi enam kaki. Ia juga menambahkan militer Amerika Serikat saat ini memiliki “payung pertahanan udara paling luas di dunia” di kawasan Timur Tengah, serta menyebut penguasaan wilayah udara terus meningkat seiring setiap gelombang kekuatan udara yang dikerahkan. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025