Polisi New York tolak kawal istri Mamdani liburan ke Suriah

Jeffry Wuisan
Jumat, 14 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 14/8/26 (New York): New York Police Department (NYPD) atau Dapartemen Kepolisian New York menolak mengawal istri walikota Zohran Mamdani, Rama Duwaji, dalam liburan pribadinya ke Suriah dan Lebanon bulan depan.


Kedua negara di Timur Tengah tersebut masuk dalam daftar “Do Not Travel” atau ‘Larangan Kunjungan’ Departemen Luar Negeri AS karena risiko terorisme, kerusuhan, penculikan, kejahatan dan konflik bersenjata.

“NYPD tidak mengirim petugas ke negara-negara dengan peringatan perjalanan level 4 untuk alasan yang bersifat opsional seperti perjalanan pribadi,” kata seorang juru bicara lembaga penegak hukum tersebut seperti dikutip dari Fox News, hari Jumat.

Menurut informasi, istri Mamdani, Rama Duwaji, berencana melakukan perjalanan ke Suriah dan Lebanon untuk mengunjungi keluarganya pada 20 September 2026 nanti.


Duwaji adalah keturunan Suriah yang orang tuanya berasal dari Damaskus.

Pihak Mamdani di balai kota New York sebelumnya telah mengonfirmasi petugas keamanan NYPD akan mengawal istri Zohran berlibur ke Timur Tengah.

“Atas rekomendasi kuat dari NYPD, tim keamanan Ibu Negara akan ikut bersamanya ketika ia melakukan perjalanan untuk mengunjungi keluarga di Suriah dan Lebanon,” kata juru bicara Mamdani, Dora Pekec, lapor New York Post.

Pihak NYPD membantah dan mengatakan itu tidak benar.

Ketika menjadi jelas NYPD menolak memberikan pengawalan, Walikota Zohran Mamdani akhirnya meralat dengan alasan ada “kesalahpahaman” staf ketika media PIX11 menanyakan soal rencana kunjungan istrinya itu.

Dapat kecaman

Presiden Asosiasi Dana Detektif NYPD (DEA), Scott Munro, dengan marah mengecam implikasi detektif NYPD akan menemani istri walikota Zohran Mamdani berlibur ke Timur Tengah.

“Detektif kami mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari untuk melindungi warga New York. DEA tidak akan pernah tinggal diam jika anggota kami diminta untuk melakukan perjalanan ke negara asing yang berbahaya dan terlarang untuk tujuan selain operasi penegakan hukum atau intelijen yang sah”, jelas Munro.

Ia menekankan, detektif petugas NYPD lebih dibutuhkan di Kota New York, untuk melindungi warga dan memerangi kejahatan, ketimbang harus ikut pengawalan liburan pribadi ke negara lain.

Pernah menjelekkan NYPD

Zohran Mamdani memiliki sejarah panjang menjelek-jelekkan departemen kepolisian, namun berkeinginan istrinya mendapat pengawalan saat berlibur ke Timur Tengah yang berbahaya dengan menggunakan uang pajak warga Kota New York.

“Tidak ada gunanya bernegosiasi dengan lembaga yang sejahat dan sekorup ini. Hentikan pendanaannya. Bubarkan. Akhiri siklus kekerasan,” kata Mamdani merujuk pada NYPD dalam unggahan viral tahun 2020 di X.

Ia bahkan menuduh NYPD itu rasis, anti-LGBTQ+, dan ancaman besar bagi keselamatan publik.

“Pembebasan kaum queer berarti mengurangi anggaran kepolisian ,” katanya dalam unggahan lainnya.

Wali kota tersebut, yang juga menghadapi sorotan karena pandangan anti-Israelnya dan baru-baru ini menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “penjahat perang” sambil menyerukan penangkapannya, secara merendahkan menghubungkan NYPD dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

“Kita harus memperjelas bahwa ketika sepatu bot NYPD berada di leher Anda, itu diikat oleh IDF,” kata Mamdani, yang merupakan pembicara utama, selama diskusi panel di konvensi nasional Democratic Socialists of America tahun 2023.

Pendukung Hamas dan Hezbolah

Sebelumnya, Rama Duwaji pernah melakukan perjalanan ke luar negeri ke destinasi yang lebih aman tanpa pengawalan yang didanai pajak.

Pendiri Americans Against Antisemitism dan mantan anggota dewan perwakilan Brooklyn, Dov Hikind, menegaskan Duwaji sangat mendukung militan Hamas dan Hezbollah. Karena itu petugas NYPD seharusnya tidak perlu menghadapi bahaya demi dirinya.

“Kita membahayakan para petugas polisi. Mereka akan dipandang sebagai orang jahat. Ini adalah zona perang,” katanya.

“Duwaji tidak membutuhkan pengamanan. Dia akan disambut bak pahlawan dan dilindungi oleh Hizbullah, Hamas, dan Houthi. Duwaji akan baik-baik saja,” tambahnya. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan