Peti berisi jenazah Pekerja Migran Indonesia korban kebakaran apartemen Hong Kong dipulangkan ke Indonesia dengan pesawat.(hongkong.newsupdates)PRIORITAS, 22/12/25 (Hong Kong): Sebanyak sembilan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban tewas dalam insiden kebakaran tujuh unit menara apartemen di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, mulai dipulangkan ke Indonesia.
Menurut informasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Senin (22/12/25), jenazah yang pertama dipulangkan adalah almarhum N dan telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada 21 Desember 2025 pukul 23.00 WIB.
Jenazah tersebut selanjutnya diserahterimakan kepada pihak keluarga di Indramayu, Jawa Barat.
Sedangkan delapan jenazah lainnya dijadwalkan tiba di Indonesia secara bertahap pada 23–25 Desember 2025.
“Dalam penanganan WNI/PMI korban meninggal dunia, Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Pelindungan WNI bersama KJRI Hong Kong telah memfasilitasi proses pemulangan sembilan jenazah WNI/PMI korban insiden tersebut dari Hong Kong ke Indonesia,” demikian pernyataan KJRI Hong Kong.
Disebutkan sebanyak delapan jenazah dipulangkan ke Indonesia dengan pembiayaan penuh melalui anggaran Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), sedangkan satu jenazah dibiayai pihak majikan.
Disembahyangkan
Menurut Hongkong News updates, jenazah tujuh pekerja Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu, disembayangkan terlebih dahulu di mesjid sebelum dipulangkan dengan pesawat dari Hong Kong International Airpot (HKIA) atau bandara internasional Chep Lap Kok.
Acara perpisahan dilakukan usai shalat di Mesjid Ammar dan Osman Ramju Sadick Islamic Centre, yang diselenggarakan organisasi nirlaba Forget Thee Not (FTN).
Para keluarga majikan yang juga terkena dampak kebakaran apartemen Hong Kong di Tai Po itu, menyatakan belasungkawa dan kepedulian terhadap keluarga yang berkabung.
Ketua FTN, Fan Ning, mengatakan kehilangan pembantu sangat berdampak pada rumah tangga keluarga di Hong Kong.
Menurut daftar dari Muslim Cemeteries Management di Hong Kong, ada tujuh jenazah PMI yang disembahyangkan di Mesjid Ammar dan ORS, di Jwan Road, Wan Chai, dengan imam ustaz Abdul Muhaimin Karim, hari Senin 22 Desember 2025.
Ketujuh jenazah perempuan itu masing-masing bernama Erawati (37 tahun), Dina Martiana (38 tahun), Desy Widyana (39 tahun), Darwati (48 tahun), Siti Khotimah (40 tahun), Siti Fatonah (47 tahun) dan Yasmiati (43 tahun).

Para pelayat dan kerabat usai mendoakan tujuh jenazah Pekerja Migran Indonesia di Mesjid Ammar dan ORS Hong Kong. (hongkong.newsupdates)
Berhati-hati
Dari keseluruhan sembilan jenazah tersebut, satu jenazah asal Jawa Barat dan tiga jenazah asal Jawa Tengah dipulangkan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Sementara, lima jenazah asal Jawa Timur akan dipulangkan melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, untuk selanjutnya diserahterimakan kepada keluarga masing-masing di daerah asal.
Kementrian Luar Ngeri melalui Direktorat Pelindungan WNI dan KJRI Hong Kong juga mengimbau keluarga korban serta masyarakat, untuk tetap berhati-hati terhadap potensi informasi yang tidak akurat maupun penawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
KJRI menegaskan mereka akan terus berkoordinasi dengan otoritas Hong Kong guna memastikan seluruh proses penyelesaian hak-hak WNI/PMI, yang terdampak insiden kebakaran tersebut dapat berlangsung secara tepat, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan para korban serta keluarga.
Kebakaran di kompleks pemukiman apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, terjadi pada Rabu, 26 November 2025 lalu.
Berdasarkan data resmi Fire Services Department (FSD) hingga 9 Desember 2025, insiden tersebut menyebabkan 160 orang meninggal dunia dan 79 mengalami luka serius.
Dari 140 WNI/PMI sektor domestik yang tinggal di area kebakaran, 130 orang telah dikonfirmasi selamat, 9 orang meninggal dunia, dan 1 orang hingga saat ini masih belum terkonfirmasi keberadaan dan kondisinya.(P-Jeffry W)