
AS mengklaim serang kapal cepat Iran di Selat Hormuz lewat “Project Freedom” guna evakuasi kapal terdampar. (‘Courtesy’ Beritasatu.com/Google)PRIORITAS, 5/5/26 (Washington): Kembali secara resmi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan, militer AS telah menyerang dan menghancurkan tujuh “kapal cepat” milik Iran di Selat Hormuz. Disebutkan, langkah ini diambil di tengah upaya Washington untuk memandu kapal-kapal yang terdampar keluar dari teluk melalui jalur air yang sebagian besar telah tertutup.

Sebagaimana dikutip BBC, Selasa (5/5/26), Trump menegaskan kekuatan militernya dengan menyatakan, “Kami telah menembak jatuh tujuh kapal kecil atau, sebagaimana mereka menyebutnya, kapal ‘cepat’. Hanya itu yang mereka miliki.”
Iran coba membantah
Sementara itu, pihak Iran mencoba memberikan pembelaan dan berusaha membantah klaim ini. Misalnya Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, hanya berujar sinis menanggapi operasi penyelamatan AS itu, dan berkomentar, “Project Freedom adalah Project Deadlock (Proyek Jalan Buntu).”

Sementara media pemerintah Iran, Tasnim, bahkan berkilah yang terkena serangan adalah dua kapal kargo kecil yang menyebabkan tewasnya beberapa warga Iran.
“Project Freedom” mulai menunjukkan hasil bagi perusahaan pelayaran internasional
Berdasarkan fakta, operasi militer yang dijuluki “Project Freedom” ini mulai menunjukkan hasil bagi perusahaan pelayaran internasional saat ini.
Misalnya perusahaan raksasa Maersk mengonfirmasi, salah satu kapalnya yang berbendera AS, Alliance Fairfax, berhasil keluar dari selat dengan perlindungan militer AS setelah terdampar sejak akhir Februari lalu.
Lalu pihak Maersk menyatakan, “Transit selesai tanpa insiden, dan semua anggota kru aman serta tidak terluka.”
Masih jauh dari kondusif
Tetapi, situasi di jalur vital tersebut masih jauh dari kata kondusif. Sebab, Uni Emirat Arab (UEA) dan Korea Selatan melaporkan adanya serangan terhadap kapal-kapal mereka di saluran tersebut pada hari Senin. Bahkan UEA melaporkan sebuah kapal tanker milik perusahaan minyak negara, Adnoc, terkena serangan. Juga, otoritas UEA juga melaporkan serangan udara yang melibatkan 12 Rudal Balistik dan sejumlah drone yang menargetkan infrastruktur mereka.
Adapun dampak dari eskalasi ini sangat terasa di pelabuhan minyak utama UEA, Fujairah. Kebakaran besar dilaporkan terjadi di pelabuhan tersebut setelah adanya serangan yang diklaim UEA dilakukan oleh pihak Iran. Abu Dhabi menyebut serangan terhadap infrastruktur mereka sebagai “eskalasi berbahaya” dan menegaskan mereka berhak untuk memberikan tanggapan. Sementara itu, pihak India mengonfirmasi tiga warga negaranya terluka dalam insiden di Fujairah itu.
Reaksi keras dunia internasional
Dilaporkan, dunia internasional bereaksi keras terhadap serangan di wilayah Teluk ini. Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menyatakan, Inggris akan terus “mendukung pertahanan mitra kami di Teluk.” Senada dengan Inggris, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut serangan itu “tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat diterima.” Kanselir Jerman, Friedrich Merz, juga mendesak Teheran untuk kembali ke meja perundingan dan berhenti menyandera stabilitas dunia.
Diketahui, konflik ini dipicu oleh pemblokiran Selat Hormuz sejak Februari lalu setelah serangan udara AS dan Israel ke Iran. Sebagai jalur yang dilalui 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia, blokade ini memicu krisis energi global. Segera setelah laporan serangan di Fujairah mencuat, harga minyak mentah Brent langsung melonjak melewati angka US$215 per barel, naik lebih dari 5 persen dalam satu hari saja.
Sementara kekhawatiran saat ini berfokus pada nasib sekitar 20.000 pelaut di 2.000 kapal yang masih terdampar sejak perang dimulai. Trump menyatakan, AS diminta oleh negara-negara di seluruh dunia untuk membantu membebaskan kapal mereka yang merupakan “pihak yang netral dan tidak bersalah.”
Kendati gencatan senjata sempat diumumkan pada awal April, operasional di Selat Hormuz tetap lumpuh, menciptakan tekanan besar pada rantai pasok global dan kesehatan mental para pelaut yang terjebak di sana. (P-*r/Bst/jr)

