Layvin Kurzawa diperkenalkan sebagai pemain baru Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (25/1/26). (Courtesy of Getty Images)PRIORITAS, 27/1/26 (Bandung): Persib Bandung menambah tenaga di sektor belakang menjelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Dua nama diperkenalkan, Layvin Kurzawa dan Dion Markx, saat kebutuhan tim memasuki fase krusial kompetisi domestik dan Asia.
Pelatih Persib, Bojan Hodak menyebut kedatangan keduanya sebagai respons atas berkurangnya stok pemain bertahan. Dua posisi ditinggal setelah Rezaldi Hehanusa dan Hamra Hehanusa menjalani masa peminjaman hingga akhir musim.
Dalam keterangannya, Hodak menjelaskan kebutuhan tim muncul dari situasi objektif skuad.
“Dua pemain baru ini bagus untuk kami. Sebab, kami agak kekurangan stok setelah Rezaldi dan Hamra pergi. Kami butuh tambahan di bek kiri dan satu bek tengah,” ujar Bojan Hodak.
Dion Markx diproyeksikan sebagai investasi jangka menengah. Hodak melihat potensi serupa dengan pemain muda Persib lain yang berhasil menembus tim utama dalam beberapa musim terakhir.
Ia menegaskan Persib tetap membuka ruang bagi pemain muda berkembang di level tertinggi.
“Dion itu seperti Kakang dan Robi, dia pemain U-23. Kami mencari pemain muda yang bisa berkembang pesat dalam waktu singkat,” ungkapnya.
Persib kini memiliki lapisan pemain muda lebih stabil. Dion bergabung bersama Zulkifli Lukmansyah, Nazriel Alvaro, dan Fitrah Maulana dalam struktur regenerasi tim.
Menurut Hodak, persaingan internal menjadi bagian penting proses tersebut.
“Mereka adalah masa depan klub. Semuanya perlu berlatih dan mendapatkan kesempatan untuk melihat siapa yang bisa masuk tim utama nantinya,” tuturnya.
Sementara itu, Kurzawa dipandang memberi nilai tambah dari sisi pengalaman dan reputasi. Namun Hodak mengingatkan adaptasi tetap dibutuhkan, mengingat sang pemain sempat absen cukup lama dari kompetisi.
Ia menyebut jadwal padat memberi ruang rotasi bagi seluruh pemain.
“Dalam 3,5 bulan ke depan, kita akan menjalani minimal 19 hingga 25 pertandingan, jadi pasti ada menit bermain untuknya. Kami akan melakukannya perlahan,” sebut Hodak.
Hodak menutup dengan penekanan pada kesabaran dalam proses integrasi pemain berpengalaman.
“Kita tahu dia sudah lama tidak bermain, sama seperti kasus Barba atau Beltrame dulu. Pemain yang absen beberapa bulan butuh waktu, tapi dia punya kualitas yang kita butuhkan. Kami akan bersabar,” tandasnya. (P-Khalied M)