Sejumlah sayuran dan buah ternyata mengandung mikroplastik

Armin Mandika
Senin, 2 Februari 2026
IPTEK 0 429
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/2/26 (Jakarta): Menyebabkan peradangan serta berpotensi melemahkan sistem imun. Hal tersebut bisa terjadi jika mikroplastik masuk ke dalam tubuh. Karena sifatnya yang mudah berpindah, mikroplastik kini ditemukan dalam rantai makanan global.

Hanya saja tidak dapat dihindari, sejumlah makanan sehari-hari diketahui banyak terkontaminasi oleh mikroplastik. Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research, para peneliti mengamati lebih dari 12 protein yang umum dikonsumsi, termasuk daging sapi, udang yang dilapisi tepung roti dan jenis udang lainnya, dada ayam dan nugget, daging babi, makanan laut, tahu, dan beberapa alternatif daging nabati, seperti nugget, remah-remah nabati yang mirip dengan daging sapi giling, dan stik ikan nabati.

Dilansir dari CNBC Indonesia menyebutkan, sejumlah peneliti menemukan hampir 90 persen protein yang diteliti mengandung mikroplastik. Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Agustus 2020 yang dipublikasikan di Environmental Science ada sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayur. Apel dan wortel merupakan buah dan sayur yang paling terkontaminasi, dengan lebih dari 100.000 mikroplastik per gram.

Adapun partikel terkecil mikroplastik ditemukan di wortel, sementara potongan plastik terbesar ditemukan di selada.

Sementara itu studi lain yang dilakukan peneliti dari Universitas Catania, Italia, juga menemukan partikel plastik kecil dalam buah dan sayuran seperti wortel, selada, apel, dan pir.

Buah apel memiliki salah satu jumlah mikroplastik tertinggi dalam buah, dengan rata-rata 195.500 partikel plastik per gram, sementara pir rata-rata mengandung sekitar 189.500 partikel plastik per gram.

Sementara itu brokoli dan wortel terbukti menjadi sayuran yang paling terkontaminasi, dengan rata-rata lebih dari 100.000 partikel plastik per gram.

Bahkan dua studi yang diterbitkan sebelumnya menemukan mikroplastik menembus akar tanaman selada dan gandum, dan nanoplastik diserap oleh akar tanaman. Buah dan sayuran dapat mengakumulasi mikroplastik melalui penyerapan dari air atau tanah yang terkontaminasi mikroplastik.

“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik,” kata Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur. (P-*r/am)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025