Pendukung pemerintah memajang poster Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan mantan Presiden Hugo Chávez di pusat kota Caracas, Venezuela, pada Sabtu (3/1/26). (AP Photo)PRIORITAS, 4/1/26 (Jakarta): Sebanyak 40 orang, yang terdiri atas aparat militer dan warga sipil, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Amerika Serikat ke Venezuela pada Sabtu (3/1/26). Laporan itu disampaikan New York Times dengan mengutip keterangan pejabat tinggi Venezuela.
Sebelumnya, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengungkapkan, aksi militer Amerika Serikat di wilayahnya menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan pejabat, personel militer, hingga masyarakat sipil.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (3/1/26) menyatakan, negaranya melancarkan serangan berskala besar ke Venezuela, serta mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke luar negeri.
Media lokal melaporkan terdengarnya beberapa ledakan di Caracas dan menyebut operasi itu diduga dilakukan oleh personel pasukan elit Delta Force.
Pemerintah Venezuela menyatakan belum mengetahui keberadaan Presiden Nicolás Maduro dan mendesak Amerika Serikat untuk membuktikan, Maduro masih hidup. Menyusul pernyataan tersebut, Presiden AS Donald Trump merilis sebuah foto yang diklaim menunjukkan Maduro berada di atas kapal milik Angkatan Laut AS.
Operasi AS yang melanggar hukum
Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat menilai operasi tersebut melanggar hukum, sementara pihak pemerintah menyatakan Maduro akan menjalani proses persidangan.
Menanggapi perkembangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan akan membawa tindakan Washington ke forum internasional serta mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat guna membahas serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan dukungan kepada rakyat Venezuela dan menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan yang menyebut Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya dipaksa keluar dari negara itu dalam rangkaian agresi AS.
Moskow juga menyerukan agar Maduro dan istrinya segera dibebaskan, sekaligus meminta semua pihak mencegah peningkatan eskalasi situasi di Venezuela. (P-Zamir)