Dua tentara AS dan seorang personil penerjemah Pasukan AS di Suriah tewas akibat serangan dari seorang tentara Suriah yang diduga terafiliasi ISIS.(@foxnews)PRIORITAS, 13/12/25 (Washington): Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump marah dan bersumpah akan melakukan pembalasan yang sangat serius, setelah serangan mematikan terhadap konvoi militer AS di Suriah.
Dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil tewas pada hari Sabtu di kota Palmyra, Suriah tengah, ketika seorang penyerang menargetkan konvoi pasukan Amerika dan Suriah, sebelum ia ditembak mati.
Serangan itu terjadi kurang dari sebulan setelah Suriah mengumumkan telah menandatangani perjanjian kerja sama politik dengan koalisi pimpinan AS melawan ISIS, yang bertepatan dengan kunjungan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa ke Gedung Putih .
Menurut sejumlah pejabat setempat seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Minggu (14/12/25, pelaku penyerangan ternyata adalah anggota pasukan keamanan Suriah sendiri.
Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan kepada saluran televisi milik pemerintah, pria tersebut tidak memiliki peran kepemimpinan dalam pasukan keamanan.
“Pada tanggal 10 Desember, sebuah evaluasi dikeluarkan yang menunjukkan bahwa penyerang ini mungkin memiliki ide-ide ekstremis, dan keputusan mengenai dirinya akan dikeluarkan besok, pada hari Minggu,” kata juru bicara, Noureddine el-Baba, kepada saluran televisi Suriah, Al-Ikhbariya, lapor CBC News.
Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Presiden AS Donald Trump bersumpah akan melakukan “pembalasan yang sangat serius,” dan berduka atas kehilangan “tiga patriot hebat.”
Dalam pernyataannya kepada wartawan, ia menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan yang “mengerikan”.
Tentara lainnya terluka
Dalam sebuah pernyataan, Komando Pusat mengatakan serangan seorang penembak tunggal terjadi, saat para tentara sedang melakukan pertemuan dengan pemimpin kunci di kota Palmyra, Suriah tengah.
“Pasukan mitra menewaskan penyerang tersebut”, tulis Menteri Pertahanan AS, Pete ,Hegseth dalam sebuah unggahan di media sosial.
Nama-nama prajurit akan dirahasiakan hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga terdekat, kata militer AS.
Kantor berita negara Suriah, SANA, mengutip sebuah sumber keamanan yang mengatakan dua personel militer Suriah ikut terluka, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Sumber tersebut mengatakan kepada SANA helikopter Amerika mengevakuasi korban luka ke pangkalan AS di wilayah Al-Tanf, Suriah, dekat perbatasan Irak.
Duta besar AS untuk Turki dan utusan khusus untuk Suriah, Tom Barrack, mengutuk serangan tersebut.
“Kami berduka atas kehilangan tiga anggota militer AS dan personel sipil yang gagah berani dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi pasukan Suriah yang terluka dalam serangan itu,” kata Barrack dalam sebuah pernyataan. “Kami tetap berkomitmen untuk mengalahkan terorisme bersama mitra Suriah kami.”
ISIS dicurigai
Seorang pejabat senior AS mengatakan penilaian awal menunjukkan militan ISIS kemungkinan besar melakukan serangan itu.
Serangan tersebut terjadi di daerah yang tidak dikendalikan pemerintah Suriah.
Jubir Suriah mengatakan telah memperingatkan tentang kemungkinan serangan ISIS di wilayah tersebut, tetapi pasukan koalisi tidak mengindahkan peringatan Suriah.
Dia mengatakan Suriah akan menentukan apakah pelaku penyerangan itu terkait dengan ISIS atau hanya menganut ideologi kelompok tersebut.
Koalisi pimpinan AS telah melakukan serangan udara dan operasi darat di Suriah, yang menargetkan tersangka ISIS dalam beberapa bulan terakhir, seringkali dengan melibatkan pasukan keamanan Suriah.
Bulan lalu, Suriah juga melakukan kampanye nasional yang menangkap lebih dari 70 orang yang dituduh memiliki hubungan dengan kelompok ISIS tersebut.
AS menempatkan pasukan di Suriah timur laut, sebagai bagian dari upaya selama satu dekade untuk membantu pasukan yang dipimpin Kurdi di sana.(P-Jeffry W)