Jembatan selat Kerch di Krimea adalah salahsatu wilayah Ukraina yang dirampas Rusia tahun 2014 lalu.(x)PRIORITAS, 3/1/26 (Kyiv): Pasukan Rusia telah menduduki 4.336 kilometer persegi (1.674 mil persegi) wilayah Ukraina dalam perang selama tahun 2025.
Menurut DeepState , pasukan Rusia berhasil merebut 0,72% dari total wilayah Ukraina, termasuk wilayah di oblast yang sebelumnya tidak diduduki.
“Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, 2025 benar-benar sulit bagi Angkatan Pertahanan Ukraina,” tulis DeepState dalam penilaiannya, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Kyiv Independent, hari Sabtu (3/1/2026)
Awal tahun ini, serangan balik pasukan Ukraina menyebabkan pasukan Rusia hanya memperoleh sedikit pijakan di wilayah oblast Dnipropetrovsk dan Sumy, di mana Rusia merebut 0,6% dan 1,0% dari wilayah oblast masing-masing.
Pasukan Rusia melanjutkan kemajuan yang lambat dan melelahkan di wilayah lain di garis depan perang.
Rusia juga berupaya meningkatkan serangan untuk merebut wilayah Ukraina tambahan, di tengah perundingan perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, terus menyuarakan tuntutan maksimalis, agar Ukraina menarik diri dari sejumlah wilayah yang sebagian sudah diduduki pasukannya.
Meskipun ada usulan yang dipimpin AS dalam rencana perdamaian 20 poin untuk mengakui garis depan perang di oblast Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson, Putin berulang kali menolak seruan untuk gencatan senjata.

Tank Rusia hancur akibat diledakkan pasukan Ukraina.(@europe9focus)
Perlawanan sengit Ukraina
Oblast Donetsk mengalami peningkatan persentase tertinggi wilayah Ukraina yang direbut pasukan Rusia, yaitu hampir 78% dari wilayah oblast diduduki — peningkatan 10 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun Luhansk hampir sepenuhnya diduduki, Rusia hanya memperoleh sedikit kemajuan di Oblast Zaporizhzhia dan hampir tidak memperoleh kemajuan di Oblast Kherson, karena perlawanan sengit pasukan Ukraina.
DeepState juga menyebut pasukan Rusia telah menguasai sekitar 75% wilayah Oblast Zaporizhzhia, sedikit meningkat dari sekitar 73% pada akhir tahun 2024, sementara Oblast Kherson tetap diduduki sebesar 72%.
Secara total, pasukan Rusia telah menduduki lebih dari 116.000 kilometer persegi tanah Ukraina sejak dimulainya aneksasi Donbas dan Krimea pada tahun 2014. Jumlah itu jika dikalkulasi lebih dari 19% wilayah Ukraina.
Korbankan jutaan tentara
Presiden Putin telah mengorbankan banyak nyawa tentaranya untuk merebut kemajuan di sepanjang garis depan perang.
Tentara Rusia disebutkan menghadapi kerugian korban jiwa massal di tengah kurangnya peralatan pelindung, pelatihan yang tidak memadai, dan gaya serangan “gelombang manusia” di antara faktor-faktor lainnya.
Staf Umum Ukraina melaporkan Rusia telah kehilangan 1.209.880 tentara, sejak berperang melawan Ukraina sejak tahun 2022. Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Menurut investigasi gabungan BBC Rusia dan media independen Rusia Mediazona, pada tahun 2025 saja lebih dari 156.000 tentara Rusia telah dipastikan tewas di medan perang — meskipun jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.
Dalam pembaruan pada 1 Januari, Staf Umum Ukraina menyebutkan Rusia sebenarnya kehilangan sekitar 418.170 tentara sepanjang tahun 2025.

Puluhan tentara Rusia yang menyamar sebagai pasukan Ukraina dilumpuhkan saat hendak memasuki dermaga Mykolaiv, Ukraina Selatan.(@dim0kq)
Perkiraan ini, yang secara umum sejalan dengan perkiraan yang dibuat badan intelijen Barat, kemungkinan termasuk mereka yang tewas, ditangkap, terluka, dan hilang.
Laporan tersebut juga menyebutkan, Rusia kehilangan 11.494 tank, 23.851 kendaraan tempur lapis baja, 72.587 kendaraan dan tangki bahan bakar.
Selain itu militer Rusia mengalami kehancuran 35.720 sistem artilerinya, 1.589 sistem roket peluncuran ganda, 1.267 sistem pertahanan udara.
Ukraina juga menghancurkan dan menjatuhkan 434 pesawat terbang, 347 helikopter, 99.043 drone, 4.137 rudal jelajah, 28 kapal dan perahu, serta dua kapal selam.(P-Jeffry W)