
Inilah eks pemain Persib Bandung (2011-2012) Robbie Gaspar yang kini bertindak sebagai promotor laga persahabatan antara Western Sydney Wanderers melawan Persib, Sabtu (2/8/25) lalu di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Courtesy Kompas.com/Adil Nursalam)PRIORITAS, 24/6/26 (Jakarta): Bisakah Timnas Indonesia masuk dan bahkan jadi langganan Piala Dunia, seperti Timnas Australia? Simak apa penjelasan mantan pemain Liga Indonesia asal Australia, Robbie Gaspar, yang terus memantau perkembangan Timnas Indonesia.

Robbie pun teringat perjalanan yang pernah dilalui Australia. Disebutnya, keberhasilan sebuah negara tidak datang secara instan, melainkan melalui pengalaman menghadapi pertandingan besar secara terus-menerus.
Timnas Australia sendiri membutuhkan waktu puluhan tahun sebelum akhirnya menjadi langganan Piala Dunia.
Jadi, dari pengalaman itulah, mentalitas juara dan budaya kompetitif perlahan terbentuk.

Australia pernah alami masa sulit
Selanjutnya Robbie Gaspar menjelaskan, negaranya pernah mengalami masa sulit.
Dalam perbincangannya dengan Kompas.com, Robby mengungkapkan pula, selama bertahun-tahun mereka gagal menembus putaran final Piala Dunia.
Tapi, setelah berhasil lolos pada 2006, semuanya berubah.
“Kami dari 1974-2006 kami tidak masuk Kualifikasi Piala Dunia tapi setelah kami lolos di 2006 mungkin punya cara untuk terus bisa bermain di Kualifikasi Piala Dunia dan kami sekarang harus tahu bagaimana harus menang di dalam setiap pertandingan,” tuturnya.
Cara membentuk karakter sebuah tim nasional
Robby berpendapat, pengalaman bermain di level tertinggi seperti Piala Dunia, Piala Asia, dan turnamen internasional lainnya menjadi faktor penting yang membentuk karakter sebuah tim nasional.
Disebutnya, Timnas Australia dinilai berkembang karena terbiasa menghadapi lawan-lawan kuat sejak bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
“Ya kami sekarang mempunyai mental yang kuat dan bekerja keras untuk Australia. Menurut saya itu karena kami masuk di Asia, mendapatkan pertandingan-pertandingan yang susah dan itu membuat kami memiliki mental lebih kuat dan itu membantu kami main di Piala Dunia,” ujar Robbie Gaspar meyakinkan.
“Kemarin saat Piala Dunia 2022 Qatar kami bisa lolos ke 16 besar dan hampir menang lawan Argentina. Kami juga pernah juara tahun 2015 di Piala Asia, ya itu mungkin kami punya program-program yang bagus untuk junior dan liga yang berkualitas,” tambahnya.
Tentang fondasi pembinaan usia muda
Robbie lalu menilai, fondasi pembinaan usia muda serta kualitas kompetisi domestik menjadi alasan utama Australia mampu menjaga konsistensi.
“Pemain bisa bermain di sana dan itu hal yang menurut saya kenapa target kami harus bisa ke kualifikasi dan bermain di Piala Dunia. Tidak mudah tapi kami sering dan kami mempunyai mental dan lolos terus,” kata mantan pemain Persib Bandung itu lagi.
Malahan, ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan, Timnas Australia tetap memiliki keyakinan untuk meraih kemenangan.
“Seperti laga pertama di Piala Dunia 2026 ini, tim bagus melawan Turkiye, mereka bisa menguasai bola tapi kami tahu bagaimana harus bisa mengambil kesempatan dan mencetak gol,” lanjutnya.
Tim Garuda sudah menunjukkan peningkatan signifikan
Kemudian, seiring berjalannya waktu, Robbie Gaspar juga melihat perkembangan timnas Indonesia sangat positif.
Kendati gagal lolos ke Piala Dunia 2026, ia menilai Tim Garuda sudah menunjukkan peningkatan signifikan.
“Timnas Indonesia saat ini di jalan yang bagus, mereka hanya tidak beruntung masuk di Piala Dunia tapi bagus bisa sampai putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu,” ujarnya.
Robbie memahami, tantangan Indonesia tidak mudah karena harus menghadapi tim-tim yang sudah berpengalaman tampil di Piala Dunia.
“Indonesia main bagus juga waktu di Kualifikasi Piala Dunia itu dan menurut saya Timnas mempunyai waktu satu tahun lagi untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia seperti kemarin bisa lolos selanjutnya,” ujar mantan pemain yang berhasil meraih satu gelar juara dengan klub Perth SC di ajang Football West State League Premier Division pada tahun 2002 lalu.
“Tapi ya harus tetap bekerja keras dan saya melihat hasil dari FIFA Matchday bagus,” tambahnya.
Apresiasi Herdman berani memberi kesempatan buat pemain muda
Robbie Gaspar secara khusus menyoroti peran pelatih Timnas Indonesia saat ini, John Herdman yang sudah mulai memahami sepak bola Indonesia.
“Saya pikir cocok untuk melatih tim, sudah beradaptasi dengan sepak bola indonesia, mulai mengikuti budaya dengan menggunakan bahasa Indonesia juga sedikit itu bagus sekali,” kata Robbie Gaspar.
“Dia beralih dengan memilih pemain muda. Jadi perkembangan seperti di Australia yang penting lolos dan mendapat kesempatan untuk main di Piala Dunia dan menjadi kebiasaan nanti,” tambahnya.
Robbie melihat Indonesia yang terus mengalami kemajuan. Prestasi di berbagai turnamen regional dan Asia menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola Indonesia.
“Di Piala AFF mereka bisa juara dan juga di Piala Asia masuk di grup yang sangat kuat. Itu bagus Indonesia selalu melawan tim besar, saya lihat Timnas Indonesia di arah yang bagus.” “Semoga mereka nanti bisa lolos ke Piala Dunia 2030,” demikian pemain yang pernah berkarier selama dua tahun bersama tim muda HNK Hajduk Split, Kroasia itu. (P-*r/Kps/jr)

