Raad Saad ternyata tokoh kunci serangan ke Israel 7 Oktober 2023 lalu

Jeffry Wuisan
Selasa, 16 Desember 2025
3 menit membaca

PRIORITAS, 16/12/25 (Tel Aviv): Militer Israel mengakui sengaja membunuh Komandan militer nomor 2 Hamas, Raad Saad, karena dia salahsatu tokoh kunci di balik serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

Saad ternyata dalang pembantaian pada serangan itu dan sudah lama diincar militer Israel. Bahkan Israel menyediakan hadiah sebesar $800.000 bagi siapa saja yang berhasil menghabisinya.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Ynet News, hari Selasa (16/12/25), Saad diketahui memimpin produksi senjata, dan memberi doktrin pertempuran militan Hamas.

Saad, yang memimpin divisi operasi Hamas, dianggap sebagai tokoh sangat penting di sayap militer kelompok tersebut setelah terbunuhnya pemimpin Hamas Yahya Sinwar dan adiknya Mohammed Sinwar.

Militer Israel menghabisi Saat pada hari Sabtu lalu dalam serangan pesawat tak berawak (drone) di Gaza barat.

Ia sedang bepergian dengan kendaraan Skoda ketika sebuah peluru kendali (rudal) yang ditembakkan dari drone IDF, menghantam mobilnya dan menewaskannya.

Selama bertahun-tahun, Saad beroperasi di jajaran atas kepemimpinan militer Hamas.

Dia adalah bagian dari apa yang disebut intelijen Israel sebagai “generasi 2005” — komandan lapangan yang naik pangkat selama Intifada Pertama.

Ia juga menghabiskan bertahun-tahun di penjara Israel dan Palestina. Saad memperoleh pengalaman medan perang dalam Intifada Kedua.

Picu perang besar

Ia dan rekan-rekannya menganggap diri telah memaksa Israel untuk menarik diri dari Jalur Gaza pada tahun 2005.

Mereka meletakkan misi bagi Hamas untuk merebut kendali wilayah tersebut dan membangun kekuatan militer yang bertujuan untuk menyerang Israel.

Saad juga diyakini sebagai dalang di balik “Tembok Yerikho,” nama sandi Hamas untuk serangan yang diluncurkan pada 7 Oktober 2023.

Rencana tersebut mencakup 39 halaman dan diklasifikasikan kelompok tersebut sebagai “sangat rahasia.”

Rencana itu menyerukan serangan mendadak, multi-front, dan skala penuh menggunakan hampir seluruh 40.000 pejuang Hamas, yang dipimpin unit elit Nukhba.

Menurut IDF, operasi tersebut menyebabkan 1200 warga di Israel Selatan tewas terbunuh dan 250 lainnya dijadikan sandera di Jalur Gaza.

Akibat serangan tersebut, telah memicu perang besar selama dua tahun antara Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza.

Hingga kini lebih 70.000 warga Palestina sebagian besar adalah militan Hamas tewas terbunuh dalam berbagai serangan balasan militer Israel di Jalur Gaza.

Dalam pidato tahun 2013 yang menandai satu tahun sejak Operasi Pilar Pertahanan Israel, Saad mengisyaratkan persiapan jangka panjang militan Hamas.

“Hamas terus memperkuat diri dan mempersiapkan diri untuk pertempuran berikutnya melawan Israel,” katanya.

Foto Saad sempat muncul dalam kolase foto teroris yang ditangkap IDF setelah penggerebekan di Rumah Sakit Shifa di Gaza yang beredar luas.

Pihak militer kemudian mengklarifikasi bahwa dimasukkannya foto tersebut adalah kesalahan dan bukan bagian dari taktik perang psikologis.

Saad secara luas dianggap sebagai salah satu tokoh militer Hamas yang paling cakap.

Pada tahun 2005, ia diangkat sebagai komandan Kota Gaza dan kemudian menjadi kepala produksi senjata Hamas, membantu membangun persenjataan roket kelompok tersebut.

Ia juga mendirikan akademi militer Hamas dan memainkan peran sentral dalam mengembangkan doktrin pertempurannya, termasuk penggunaan artileri, perang kota, dan operasi penyerangan seperti serangan 7 Oktober

Pukulan telak

Saad bekerja sama erat dengan pemimpin senior Hamas, Izz al-Din al-Haddad, dan keduanya merupakan sekutu lama meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda di Gaza.

Menurut IDF, Saad baru-baru ini terlibat dalam membangun kembali kemampuan produksi senjata Hamas.

Pentingnya peran strategisnya tercermin dalam hadiah sebesar $800.000 yang ditawarkan Israel untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Imbaanl itu lebih besar daripada hadiah untuk komandan senior lainnya, termasuk al-Haddad, dan setara dengan yang ditawarkan untuk Mohammed Sinwar.

Beberapa pihak berspekulasi Saad akan menggantikan Sinwar sebagai kepala militer Hamas, tetapi dinamika internal dilaporkan menyebabkan kelompok tersebut menunjuk Haddad, dalam upaya untuk menjaga persatuan di jajaran kepemimpinannya.

Pembunuhan Saad menandai pukulan telak bagi struktur komando senior Hamas.

Apalagi saat ini kekuatan kelompok tersebut semakin tergerus, karena para tokoh senior mereka semakin habis dibunuh militer Israel termasuk para anggota di lapangan. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025